Kapal Riset Baruna Jaya VIII milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah sandar di Pelabuhan Benete, Jum’at (25/5).

Jakarta, Petrominer – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (Amman Mineral) bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Indonesia (LIPI) kembali melakukan penelitian lingkungan laut dalam (Deep Sea Survey) di selatan Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ini merupakan wujud ekomitmen berkelanjutan Amman Mineral untuk menerapkan standar tinggi dalam pengelolaan lingkungan.

“Pelaksanaan studi ini adalah salah satu bentuk komitmen Amman Mineral terhadap pengelolaan dan perlindungan lingkungan, secara khusus pengelolaan tailing,” ujar Manager Lingkungan Amman Mineral, Jorina Waworuntu, dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Selasa (29/5).

Menurut Jorina, kegiatan penelitian ini secara rutin dilakukan setiap lima tahun dan telah dilaksakanan sejak tahun 2003. Penelitian laut dalam ini bertujuan untuk memetakan tapak sebaran tailing dan dampak penempatan tailing di dasar laut dalam terhadap ekosistem laut.

Dia menjelaskan, penelitian lingkungan laut dalam tersebut akan berlangsung selama kurang lebih tiga minggu, mulai 20 Mei 2018 hingga 8 Juni 2018 mendatang. Data-data dari hasil penelitian ini akan digunakan untuk memperbaharui potret tapak tailing bawah laut.

“Survei ini sekaligus kami lakukan untuk memvalidasi prediksi dalam Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), serta memenuhi persyaratan dan ketentuan perundangan yang berlaku sesuai dengan izin penempatan tailing Amman Mineral,” jelas Jorina.

Program sosialisasi kepada masyarakat mengenai penelitian lingkungan laut dalam dilakukan dalam acara Openship pada 25 Mei 2018 lalu. Ketika itu, diperkenalkan infrastruktur riset di KR Baruna Jaya VIII serta memberikan kesempatan kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah melihat secara langsung Kapal Riset Baruna Jaya VIII, yang merupakan milik Pusat Penelitian Oseanografi LIPI (P2O LIPI).

Pada kegiatan openship ini Kepala P2O LIPI didampingi oleh para tim peneliti dari P2O LIPI dan Tim lingkungan Amman Mineral memberikan penjelasan kegiatan Survey Laut Dalam kepada pengamat dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Kecamatan dan Kepala Desa sekitar tambang, Universitas Cordova dan Universitas Mataram.

Penelitian tahun ini rencananya dilakukan di 63 stasiun pantau dengan kedalaman hingga > 4000 m dpl dan jarak dari pantai ±66 mil laut atau 120 km. Kegiatan penelitian mencakup pengukuran batimetri, arus, kualitas air laut, profil kolom air laut, kimia dan geologi sedimen, plankton, bentos, dan sebagainya.

Nakhoda Kapal Riset Baruna Jaya VIII menjelaskan perangkat yang akan digunakan dalam melakukan penelitian laut dalam (Deep Sea Study) bersama Amman Mineral di acara Openship saat kapal sandar di Pelabuhan Benete, Jum’at (25/5).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here