, ,

Ambisi Jadikan Pulau Timor Mandiri Energi

Posted by

Jakarta, Petrominer – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menyatakan pelaku usaha energi berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) di daerah terluar, terpencil dan tertinggal (3T). Salah satu realisasinya adalah pembangunan Pulau Timor sebagai contoh Pulau Energi Terbarukan Nasional.

Adalah PT Charta Putra Indonesia (Clean Power Indonesia/CPI) dan PT TBS Energi Utama Tbk yang akan mewujudkan pembangunan itu. Sebuah MoU pun ditandatangani oleh Direktur Utama CPI Jaya Wahono dan Head of Business Development TBS Dimas Adi Wibowo dalam acara talkshow di Pavillion Indonesia COP 26, Glasgow, Rabu (3/11).

Menurut Jaya Wahono, para pengusaha tertarik dengan pengembangan pembangkit listrik EBT terutama untuk menggantikan PLTD yang mahal biaya pengoperasiannya. Selain itu, kehadiran PLTD sudah tidak sesuai dengan rencana Pemerintah Indonesia yang berkomitmen menurunkan Gas Rumah Kaca sebelum tahun 2030.

“Hal inilah yang mendasari ditandatanganinya kerjasama di antara para pelaku usaha sektor ini,” jelas Jaya yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Ketenagalistrikan KADIN Indonesia.

Dia mengungkapkan bahwa penjajakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa (PLTBm) di Pulau Timor telah dimulai sejak tahun 2018 dengan dilakukannya Focus Group Discussions yang membahas topik Mandiri Listrik untuk Kota Terpadu Mandiri (KTM) Ponu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Upaya persiapan ini menggandeng Direktorat Jendral Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Direktorat Bioenergi Kementerian ESDM, Global Green Growth Institute (GGGI) dan Pemerintah Daerah NTT.

CPI juga telah menandatangani kejasama penjaminan pasokan biomasa dengan badan usaha milik daerah NTT, PT Flobamor, yang akan membeli biomasa dari tanaman bambu dan gamal yang ditanam di lahan-lahan masyarakat mulai 26 Oktober 2021.

Sejak tahun 2015, CPI telah membangun kelistrikan di daerah-daerah 3T, diantaranya pembangunan proyek percontohan PLTBm berbasis masyarakat pertama di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai dan di Provinsi Sumatera Barat. Pembangunan itu dengan pendanaan hibah dari Pemerintah Amerika Serikat melalui program Green Prosperity, MCA-Indonesia senilai US$ 12,5 juta.

Proyek ini diresmikan oleh Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, pada 17 September 2019 dan diharapkan menjadi contoh untuk meningkatkan akses listrik yang handal kepada masyarakat di daerah 3T, penurunan gas rumah kaca, penghematan subsidi negara melalui penggantian PLTD menjadi pembangkit berbasis EBT, serta peningkatan kegiatan ekonomi lokal.

Bersama TBS, CPI akan mulai mengembangkan pembangkit EBT dalam konteks pulau (Island Electrification). Hal ini untuk memberikan model pembangkit listrik dalam ekosistem mikro atau minigrid bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia.

“Kerja sama CPI dengan TBS juga menyasar provinsi-provinsi lain di Indonesia terutama yang masih banyak menggunakan diesel,” ungkap Jaya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *