, ,

ALLPack 2026 Dorong Ekonomi Sirkular Industri

Posted by

–

Jakarta, Petrominer – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan dan prinsip ekonomi sirkular di sektor industri, termasuk industri kemasan. Dorongan tersebut mengemuka dalam pembukaan The 25th ALLPack Indonesia Expo 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Selasa (20/10).

Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji, mengapresiasi pameran tersebut karena sejumlah peserta telah menampilkan produk berbahan daur ulang. Hal itu menunjukkan penerapan prinsip ekonomi sirkular mulai berkembang di sektor industri.

“Saya melihat beberapa peserta pameran sudah memproduksi barang-barang hasil daur ulang. Ini menunjukkan bahwa industri mulai menerapkan prinsip ekonomi sirkular,” kata Sarmuji usai membuka pameran tersebut.

“Kita terus mendorong agar industri kemasan semakin peduli terhadap isu lingkungan hidup dan kesehatan,” tegas Sarmuji.

Kemenperin juga mendukung pengembangan kemasan ramah lingkungan (green packaging), termasuk bioplastik sebagai alternatif plastik konvensional. Upaya ini sejalan dengan ekonomi sirkular melalui penggunaan kembali (reuse), daur ulang (recycle), dan tanggung jawab produsen atas kemasan setelah digunakan konsumen atau Extended Producer Responsibility (EPR).

Dari sisi standardisasi, Kemenperin telah menetapkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6 Tahun 2025 tentang pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk kertas dan karton sebagai bahan baku kemasan primer pangan. Kebijakan tersebut disebut sejalan dengan Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2026 tentang Kemasan Pangan untuk meningkatkan keamanan dan mutu kemasan pangan.

Dalam kesempatan itu, Sarmuji mengajak para pelaku industri terus berinovasi dengan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan. Penerapan prinsip ekonomi sirkular diharapkan menghasilkan produk yang inovatif, berkualitas, berdaya saing, dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Dia juga berharap pameran tersebut memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, penyedia teknologi, asosiasi, dan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas, memperluas ekspor, serta memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Hadirkan 1.600 Peserta dari 42 Negara

Sementara itu, CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan ALLPack Indonesia Expo 2026 digelar pada 20–23 Oktober 2026. Pameran yang memasuki penyelenggaraan ke-25 ini diikuti lebih dari 1.600 peserta dari 42 negara, termasuk 10 pelaku industri kecil dan menengah (IKM).

Pameran tersebut mencakup sektor pengemasan, pengolahan, plastik, percetakan, daur ulang, otomasi industri, hingga farmasi. Ajang ini mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, distributor, dan pembeli untuk membuka peluang kerja sama serta memperkenalkan teknologi terbaru.

“ALLPack Indonesia 2026 berperan penting mendorong kemajuan industri nasional melalui akses terhadap teknologi, inovasi, dan peluang kerja sama global,” kata Daud.

Menurutnya, pameran ini juga membuka peluang investasi, memperkuat rantai pasok, serta mendorong peningkatan efisiensi dan produktivitas industri nasional agar mampu bersaing di pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *