Untuk menahan laju penurunan produksi, teknologi EOR steamflood telah digunakan di blok Rokan, Riau.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) diminta untuk bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan alih kelola blok Rokan di Riau. Kesiapan ini dinilai penting untuk memastikan peningkatkan kapasitas produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional dalam pengelolaan secara mandiri.

Mulai Agustus 2021, blok Rokan akan dikelola 100 persen oleh anak usaha PHE, yakni PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Pasca alih kelola, produksi minyak blok Rokan diharapkan tetap stabil dan bahkan naik menjadi 190.000 barrel oil per day (BOPD).

“Proses pengambilalihan blok migas harus disiapkan secara sungguh-sungguh. Penyiapan ini penting untuk memastikan terjadi peningkatan kapasitas produksi migas secara nasional dalam pengelolaan sumur migas secara mandiri,” kata Anggota Komisi VII DPR RI, Saadiah Uluputty, Rabu (16/9).

Saadiah pun meminta kepada PHE agar menyiapkan pengambilalihan blok migas yang akan berakhir masa kontrak tersebut secara sungguh-sungguh. PHE juga diminta memanfaatkan secara maksimal masa transisi pengambilalihan blok Rokan, sehingga bisa berjalan lancar dan baik.

Pasalnya, anggota Fraksi PKS ini mencatat dalam perkembangan beberapa tahun belakangan, produksi blok Rokan mengalami penurunan signifikan. “Data produksi dari tahun 2018 ke 2019, terjadi penurunan produksi minyak. Bahkan, lifting turun mencapai 20.000 barel per hari,” ungkapnya.

Menurut Saadiah, efek dari penurunan lifting minyak blok Rokan berdampak turunnya rerata produksi minak secara nasional. Target ekspektatif terhadap produksi migas nasional juga akan bergeser.

“Itu tidak positif,” tegasnya.

Karena itulah, dia mengingatkan bahwa pengalihan pengelolaan menjadi 100 persen oleh PHE perlu disiapkan dengan matang.

“Jika 100 persen sudah dikendalikan, lifting blok Rokan dapat ditingkatkan kuantitasnya. Mendukung pemenuhan target APBN 2020, produksi minyak dipatok mencapai 755.000 BOPD. Lifting minyak blok Rokan jangan sampai jatuh bebas seperti produksi tahun 2018 dan 2019,” ujar Saadiah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here