
Jakarta, Petrominer – Bagi jutaan keluarga di Indonesia, hadirnya listrik bukan sekadar penerangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menghadirkan kehidupan yang lebih produktif. PT PLN (Persero) terus memperluas akses energi hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati manfaat listrik secara berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2025, ada tambahan 3,3 juta pelanggan baru sehingga total pelanggan PLN mencapai 96,2 juta. Pertumbuhan ini tidak hanya berasal dari penyambungan reguler, tetapi juga diperkuat melalui berbagai program perluasan akses listrik, seperti Program Listrik Desa (Lisdes), Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta program Light Up The Dream (LUTD) yang didanai dari donasi pegawai PLN.
“Dukungan Pemerintah yang kuat menjadi fondasi penting bagi PLN untuk menjalankan mandat menghadirkan listrik hingga ke pelosok negeri. Listrik bukan sekadar energi, tetapi menjadi penggerak produktivitas, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, Sabtu (6/6).
Selain memperluas akses energi, menurut Darmawan, bertambahnya jumlah pelanggan turut memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan penyambungan pelanggan yang tercatat sebesar Rp 2,24 triliun pada tahun 2025, atau tumbuh 28,4 persen dibandingkan 2024.
Pertumbuhan jumlah pelanggan terjadi di berbagai segmen. Pelanggan rumah tangga menjadi kontributor terbesar dengan peningkatan 2,74 juta pelanggan atau sekitar 3,2 persen, dari 84,66 juta menjadi 87,40 juta pelanggan.
Di sisi lain, meningkatnya aktivitas ekonomi mendorong kenaikan pelanggan pada segmen bisnis sekitar 8,8 persen, dari 5,15 juta menjadi 5,60 juta pelanggan. Sementara jumlah pelanggan industri meningkat sekitar 18,6 persen, dari 253 ribu menjadi 300 ribu pelanggan. Hal ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan energi untuk mendukung kegiatan produksi dan pengembangan industri nasional.
Tak hanya itu, segmen sosial naik sekitar 4 persen dari 2,09 juta menjadi 2,17 juta pelanggan dan segmen pemerintah bertambah dari 629 ribu menjadi 659 ribu pelanggan atau naik 4,8 persen berkat bertambahnya sambungan listrik di fasilitas sosial maupun layanan publik.
“Peningkatan jumlah pelanggan ini menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di Indonesia, sekaligus mencerminkan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan telah dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat,” jelas Darmawan.









Tinggalkan Balasan