Syamsul_Huda.

Jakarta, Petrominer — PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) menyatakan telah menggandeng pihak kepolisian untuk menindak pencurian listrik yang dilakukan masyarakat. Itu dilakukan dengan mengerahkan satuan tugas untuk Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).

Sepanjang triwulan pertama tahun ini, PLN Disjaya mengklaim alami kerugian hingga Rp 127 miliar akibat tindak pencurian listrik dan penggunaan listrik ilegal oleh masyarakat Jakarta. Hal itu diungkapkan oleh General Manager PLN Disjaya, Syamsul Huda, seusai acara gelar pasukan Tim P2TL di JI Expo Kemayoran, Jum,at pagi (27/5).

Syamsul menjelaskan, kerugian aliran listrik atau total loses yang dialami PLN Disjaya, terdiri dari dua faktor, yakni teknis dan non teknis. Faktor teknis disebabkan oleh peralatan, sedangkan non teknis yaitu tidak pencurian listrik maupun penggunaan listrik ilegal.

“Loses teknis kita secara total teknis maupun non teknis, itu 6,71 persen. Yang teknis itu idealnya adalah sekitar 5,5 persen (Dari 6,71 persen). Kemudian selisih antara 6,71 dengan 5,5 persen (1,71 persen) itulah loses non teknis yang berasal dari pemakaian listrik ilegal,” ungkapnya.

Menurut Syamsul, pendapatan PLN Disjaya sendiri dalam satu bulan, rata-rata mencapai Rp3,5 Triliun, dengan loses yang diakibatkan non teknis akibat penyalahgunaan aliran listrik mencapai hingga 1,21 persen, maka nilai kerugian yang didapat PLN Disjaya dirasa cukup tinggi, sehingga tim P2TL harus cepat bertindak guna mengurangi angka loses tersebut.

Bagi para pelanggar yang kedapatan menggunakan listrik secara ilegal, lanjut Syamsul, nantinya akan ditindak baik secara perdata maupun pidana.

“PLN menindak (Pelanggar) dari sisi perdatanya, tapi pihak Kepolisian nanti bisa menindak Pidananya. Jadi menggunakan aliran listrik secara ilegal itu bisa dituntut secara pidana,” tegas Syamsul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here