, ,

Akhir Oktober, Relokasi PLTG Grati ke Bali Tuntas

Posted by

Nusa Dua, Bali, Petrominer – PT PLN (Persero) menargetkan relokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Grati 1×100 megawatt (MW) ke Pesanggaran, Bali, bisa selesai akhir Oktober 2022 ini. Proyek relokasi ini akan memperkuat kehandalan pasokan listrik di Pulau Dewata yang menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Susyanto, mengatakan sudah mendapatkan gambaran besar kesiapan PLN dalam mendukung gelaran G20. Khususnya dalam menyiapkan pasokan daya yang cukup dan kelengkapan infrastruktur untuk kendaraan listrik selama KTT berlangsung.

“Kesiapan PLN dalam mendukung keandalan pasokan listrik dan SPKLU sudah on the track, karena keseluruhan dari gelaran ini akan menggunakan mobil maupun bus listrik. Dukungan PLN betul-betul all out dan berjalan dengan baik,” ungkap Susyanto, Kamis (6/10).

Dia menyatakan, bersama  Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, telah meninjau langsung ke lokasi untuk memastikan relokasi pembangkit listrik dari Grati ke Bali tersebut bisa selesai tepat waktu. Apalagi, ini merupakan komitmen PLN untuk mengamankan pasokan listrik dalam penyelenggaraan KTT G20.

Darmawan menjelaskan, dalam penyelenggaraan KTT G20 diperkirakan ada penambahan demand listrik di Bali lebih dari 25 persen, yakni dari 770 MW menjadi 980 MW. Sementara beban tertinggi di Bali ada di angka 846 MW per September 2022.

“Dengan relokasi PLTG Grati ke Pesanggaran, saat ini daya mampu PLN untuk Sub-Sistem Bali ada di angka 1.422 MW. Artinya kita masih punya 442 MW dari perkiraan beban maksimal untuk penyelenggaraan KTT G20. Saat ini, saya cek persiapannya sudah mencapai 99,46 persen,” jelasnya.

Menurut Darmawan, selain melakukan relokasi pembangkit, PLN juga memastikan kehandalan transmisi dan distribusi. Ini dilakukan dengan penguatan transmisi dan gardu induk, peremajaan peralatan asessment, serta perbaikan proteksi.

“Kami menjalankan secara detil berbagai action program untuk memastikan keandalan pasokan listrik di Bali selama KTT G20 berlangsung. Kami juga merancang klasifikasi pengamanan untuk beberapa venue khusus seperti Bandara, Hotel, Kawasan Wisata, hingga Rumah Sakit,” ungkapnya.

Untuk siaga pelaksanaan G20, PLN bakal menyiapkan 1.079 personel dengan 3 posko siaga. 25 personel ditugaskan di pembangkitan, 420 personel siaga untuk transmisi, 612 personel siaga untuk distribusi, dan 22 personel siaga untuk Icon Plus.

“Kesuksesan penyelenggaraan G20 akan menjadi bukti kehandalan listrik PLN dalam mendukung kegiatan berstandar dunia. Oleh karena itu, PLN akan memastikan persiapan yang matang, terutama dari sisi pembangkit hingga transmisi, sampai ke venue acara,” tegas Darmawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *