Direktur Operasional PTAR, Darryn McClelland, bersama Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M. Pasaribu, secara simbolis meresmikan jembatan gantung atau Rambin Martabe Sumuran di Desa Sumuran, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (26/2).

Batangtoru, Petrominer – PT Agincourt Resources (PTAR) menyerahterimakan pembangunan Rambin (jembatan gantung) Martabe dan fasilitas produksi jagung pipil yang dikelola Koperasi Karya Mulia Bhakti di Desa Sumuran, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

“Kedua program community development tersebut merupakan bagian dari program peningkatan ekonomi terutama di bidang pertanian untuk masyarakat di sekitar Tambang Emas Martabe,” ujar Senior Manager Community Relations PTAR, Pramana Triwahjudi, usai serah terima kedua proyek tersebut, Rabu (26/2).

Acara serah terima dan peresmian kedua proyek tersebut dihadiri Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul Pasaribu, beserta sejumlah pejabat Dinas Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan perwakilan Manajemen PTAR.

Pramana menjelaskan, Rambin Martabe yang membentang sepanjang 70 meter di atas sungai Garoga dibangun untuk membantu masyarakat Desa Sumuran. Sebelum adanya jembatan gantung tersebut, petani dan warga harus menyeberangi sungai untuk pulang dan pergi menuju persawahan. Bahkan untuk membawa hasil bumi, petani harus menggunakan tali sling untuk menyeberangkan berbagai komoditi untuk dibawa pulang ke rumah.

“Dilihat dari aspek keselamatan, aktivitas petani dan warga menjadi sangat rawan dan berisiko, terutama saat hujan besar. Akibatnya, saat hujan dan Sungai Garoga meluap, petani dan warga harus berjalan cukup jauh untuk menyeberang,” paparnya.

Menurut Pramana, setidaknya ada lebih dari 90 petani menerima manfaat langsung, dan sekitar 60 hektare lahan pertanian di Sikuakua terbuka aksesnya melalui jembatan gantung tersebut.

Dalam pembangunan Rambin Martabe Sumuran, PTAR bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam mendisain dan menghitung biaya pembangunan Rambin. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada 17 Desember 2019. Total biaya Rp 860 juta dan lama pembangunan 50 hari.

“Pembangunan Rambin dikerjakan oleh CV Hijau Damai Lestari, kontraktor lokal dampingan PTAR dengan pengawasan PUPR dan PTAR di mana lebih dari 40 orang tenaga kerja lokal dilibatkan dalam proyek ini,” ujarnya.

Sementara proyek pengembangan masyarakat berupa fasilitas pengolahan jagung untuk aktivitas pasca panen diresmikan untuk dikelola oleh Koperasi Karya Mulia Bhakti. Fasilitas ini terdiri dari lantai penjemuran, gudang saprodi, gudang produk, mesin perontok jagung, mesin kipas, ruang mesin, bangunan kantor dan toilet.

“Kapasitas penjemuran mencapai 2 ton sedangkan gudang produk mencapai 3 ton, dengan total biaya pembangunan lebih dari Rp 200 juta,” jelas Pramana.

Dia menambahkan, sedikitnya 60 petani menerima manfaat langsung, dan lebih dari 50 Ha lahan kebun jagung memanfaatkan fasilitas ini.

Selama ini anggota Koperasi Karya Mulia Bakti mayoritas berbudi daya jagung untuk diolah menjadi bahan pakan ternak dan kemudian berinisiatif menjadi salah satu sentra jagung pipil di Batangtoru. Saat ini sudah ± 30 Ha lahan yang ditanami jagung di setiap musim tanam.

“Mereka juga memiliki 1 Ha lahan budidaya penangkaran jagung untuk kemandirian benih lokal dan unggul. Area pemasaran produksi selain di lokal Batangtoru juga sudah mencapai Sibolga, Padangsidimpuan dan Medan dengan diversifikasi produk yang beragam,” ungkap Pramana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here