
Jakarta, Petrominer – Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan penemuan fluida minyak dan gas bumi (migas) dari kegiatan infill drilling sumur TLJ-A38 di Prabumulih, Sumatera Selatan. Sumur ini terletak di antara struktur Talang Jimar Tengah (existing) dan struktur Prabumulih Barat. Keberhasilan ini membuka peluang pengembangan lapangan di area kompartmen Talang Jimar Barat.
“Adapun tes produksi dilakukan pada tanggal 27 Mei 2026 dengan produksi Net Natural Opern Flow sebesar 3.176,8 BOPD minyak dan 1,6 Juta SCFD gas bumi, dengan kadar air (WC/Water Content) 0,1 persen,” tulis Djoko dalam laporannya kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadaila, yang diperoleh PETROMINER, Rabu (27/5).
Pemboran sumur pengembangan tersebut, menurutnya, dilakukan lebih dalam dibandingkan sumur sebelumnya yang digunakan sebagai sumur referensi, yaitu sumur TLJ 258, dengan target reservoar pada lapisan TAF-C dan di komplesi pada kedalaman lapisan antara (1544-1546.5 mMD). Laporan tersebut disampaikan Djoko langsung dari Mekah Al-Mukoromah saat menjalani ibadah haji.
“Dengan ini, terbukti bahwa kemampuan para engineer dan kepemimpinan yang paten cepat ambil keputusan di lapangan, yang terus bekerja dengan keyakinan dan semangat tinggi, menjadi kunci yang sangat menentukan keberhasilan menaikan/mendapat produksi minyak dan gas dari lapangan existing. Mereka terus melakukan gerakan-gerakan tambahan yg positif,” ungkapnya.
Kegiatan pengeboran ini dilakukan oleh PT Pertamina EP Prabumulih Field, yang masuk dalam wilayah kerja Pertamina Hulu Rokan Zona 4. Secara geografis, kluster Sumur TLJ (Talang Jimar) terletak di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
“Selanjutnya akan dilakukan evaluasi bean performance untuk optimasi produksi yang akan dialirkan ke Stasiun Pengumpul Minyak. Mohon terus doakan insyaa Allah menjadi keberkahan bagi semua, yang diikuti dengan keberhasilan rencana kerja berikutnya,” tulis Djoko menutup laporannya.









Tinggalkan Balasan