
Prabumulih, Petrominer – Pertamina (EP) Adera Field terus menunjukkan kinerja positif dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional. Sebagai bagian dari PHR Zona 4, Pertamina EP Adera Field kembali menorehkan pencapaian penting menyusul keberhasilan pemboran sumur BNG-A10 (BNG-079) dengan hasil initial produksi cemerlang.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaiikan sumur tersebut mulai ditajak awal Maret 2026, dan selesai dibor sebulan kemudian. Uji produksi dilakukan 10 April 2026, dengan hasil 473,31 barrel condesate per day (BCPD) dan 6,5 MMSCFD gas.
“Alhamdulilah, PT Pertamina EP Asset 2 (PT PHR Zona 4) telah melakukan tajak lokasi pengeboran Benuang (BNG)-A10 menjadi sumur pengembangan BNG-079 pada 03 Maret 2026 dan per tanggal 10 April 2026 telah berhasil melakukan uji produksi dengan hasil initial produksi mencapai 473,31 BCPD dan 6,5 MMSCFD, yang mengalir secara natural pada Open Flow,” tulis Djoko dalam laporan kepada Menteri ESDM, yang diperoleh PETROMINER, Senin (12/4).
Dijelaskan, produksi sumur ini berasal dari lapisan layer eksisting TAF-P3 dengan tekanan reservoir yang baik. Lokasi pengeboran terletak di Struktur Benuang Field Adera, sebelah timur laut Prabumulih, Sumatera Selatan.
“Sumur dibor secara directional menggunakan Rig PDSI #41.3/N110UE hingga kedalaman akhir di 2559 mMD / 2514.60 mTVD dalam total waktu 38 hari untuk fase pengeboran dan uji produksi hingga tanggal 10 April 2026,” ungkap Djoko.
Sementara dari sisi biaya, estimasi biaya (based on field estimate) yang sudah dikeluarkan sebesar US$ 6.065.175,20. Jumlah ini mencapai 84,01 persen dari AFE yang disetujui.
Tidak hanya itu, pelaksanaan operasi di Sumur BNG-079 (BNG-A10) telah membukukan total safe man hours sebesar 52.320 jam sejak pertama kali tajak. Program pengeboran dilakukan dengan tetap mengutamakan komitmen terhadap aspek HSSE dan operational excellent.
Keberhasilan pemboran ini tidak hanya meningkatkan cadangan dan produksi minyak nasional, tetapi juga memberikan optimisme besar bagi industri hulu migas di Indonesia. Capaian ini menjadi bukti komitmen Pertamina EP Adera Field dalam mengoptimalkan potensi sumber daya migas yang ada.







