Paket perdana yang diberikan kepada petani terdiri dari 1 unit mesin, 1 buah tabung LPG 3 kg dan 1 set konverter kit beserta asesorisnya. (Ditjen Migas, Kementerian ESDM)

Yogyakarta, Petrominer – Pemerintah telah menyiapkan layanan purna jual dalam mendukung Program Konversi BBM ke BBG untuk Petani. Layanan ini sebagai jaminan mutu produk sehingga bantuan tersebut dapat dipakai dalam jangka panjang serta memudahkan petani.

Pendistribusian paket perdana Program Konversi BBM ke BBG untuk Petani Sasaran Tahun 2020 akan dilaksanakan pertengahan Oktober 2020 ini. Sebanyak 10.000 paket akan dibagikan kepada petani di 24 kabupaten/kota. Program ini diyakini bisa meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani.

“Layanan purna jual ini sangat penting bagi petani agar tidak kebingungan ketika harus mengganti spare part mesin yang aus,” ujar Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Pengadaan Pembangunan Infrastruktur Migas, Ditjen Migas, Wahyudi Akbari, dalam penutupan Rapat Koordinasi Pendistribusian Paket Perdana Konversi BBM ke BBG untuk Petani Sasaran Tahun 2020, Jum’at (9/10).

Wahyudi menegaskan, informasi atau penunjukan toko yang menjadi layanan purna jual ini penting supaya petani tahu di mana tempat servis dan membeli spare part. Dengan begitu, program ini bisa berkelanjutan dan bantuan tetap digunakan oleh petani sasaran dengan baik.

“Informasi mengenai layanan purna jual ini akan disampaikan pada saat sosialisasi sebelum paket perdana dibagikan. Informasi ini juga menjadi bagian dari panduan tertulis yang dibagikan kepada petani,” ungkapnya.

Paket perdana yang diberikan kepada petani terdiri dari 1 unit mesin, 1 buah tabung LPG 3 kg dan 1 set konverter kit beserta asesorisnya. Sebanyak 10.000 paket akan dibagikan di 24 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Wajo, Kabupaten Bone, Kabupaten Taklar, Kabupaten Maros, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Indaramayu, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonogiri, Kota Batu, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Bantul.

Petani penerima paket perdana harus memenuhi kriteria yaitu petani pemilik lahan dengan luas lahan maksimal 0,5 hektar, untuk transmigrasi maksimal 2 hektar dengan menunjukan dokumen kepemilikan lahan, memiliki identitas petani yang direkomendasikan oleh kepala desa/camat, dan disahkan oleh kepala daerah dan atau kepala dinas pertanian setempat, memiliki identitas KTP, KK dan Kartu Tani, memiliki pompa air dengan mesin pengerak lebih kecil 6,5 HP, belum pernah menerima bantuan yang sejenis (mesin pompa air) dan mesin pompa air yang dimiliki berbahan bakar bensin.

Program ini mulai dilaksanakan oleh Kementerian ESDM c.q. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi sejak tahun 2019, yang merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas untuk Kapal Penangkap Ikan bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air bagi Petani Sasaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here