, ,

Ada Dua, Strategi Pertamina Naikan Lifting Migas

Posted by

Jakarta, Petrominer — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), sebagai Subholding Upstream Pertamina, kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemandirian energi nasional melalui akselerasi produksi minyak dan gas bumi (migas). PHE akan menjalankan dua strategi, yakni menjaga baseline produksi dan akselerasi pertumbuhan produksi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE, Edi Karyanto, dalam sebuah diskusi bertitel “Strategi Percepatan dan Peningkatan Produksi Migas Nasional Menuju Swasembada Energi,” Rabu (20/8).

Saat ini, ungkap Edi, PHE mengelola 24 persen blok migas di dalam negeri serta berkontribusi 69 persen terhadap produksi minyak nasional dan 37 persen terhadap produksi gas nasional. PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Untuk meningkatkan lifting migas, PHE menjalankan dua strategi, yakni menjaga baseline produksi (maintain baseline) dan akselerasi pertumbuhan produksi (accelerate growth),” paparnya.

Strategi maintain baseline dilakukan dengan melakukan optimalisasi produksi sumur eksisting, implementasi program workover dan well services, serta pemeliharaan fasilitas produksi. Sementara strategi accelerate growth direalisasikan melalui penemuan cadangan baru, akselerasi resources to production, pengembangan lapangan migas non konvensional (MNK), percepatan proyek pengembangan lapangan, prioritisasi investasi, monetisasi dan komersialisasi lapangan gas, implementasi Improved EOR, penggunaan teknologi terbaru, dan melakukan partnership.

“EOR (Enhanced Oil Recovery) dan eksplorasi merupakan faktor utama peningkatan produksi migas nasional sejak tahun 1970. Tugas utama perusahaan hulu migas adalah bagaimana menyiapkan reserve dengan terus mencari sumberdaya baru yang bisa berkontribusi terhadap penambahan produksi migas nasional,” jelas Edi.

Lebih lanjut dia menuturkan bahwa upaya peningkatan produksi minyak bumi ditopang oleh dua faktor, yakni akselerasi dan keekonomian Steamflood EOR serta penemuan big fish eksplorasi dan akselerasi pengembangannya. Sementara peningkatan produksi gas bumi didukung oleh faktor transisi energi dan dukungan infrastruktur penunjang.

Di tengah kondisi aset yang mature, dinamika geopolitik global, dan ekspektasi transisi energi, menurut Edi, PHE membutuhkan sejumlah dukungan, diantaranya kebijakan insentif fiskal dan perpajakan yang menunjang peningkatan cadangan migas. Dukungan tersebut juga dibutuhkan untuk optimasi kegiatan produksi migas melalui akselerasi pengembangan greenfield yang membutuhkan dukungan perizinan serta pembebasan lahan. Dukungan lainnya adalah akses kepada pembiayaan yang kompetitif.

“Dukungan dari seluruh stakeholder ini kami butuhkan untuk menjaga keberlanjutan ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *