Pembukaan IOC Forum 2022 yang diselenggarakan secara hybrid, diikuti oleh 110 peserta offline di kantor SKK Migas Jakarta dan 400 peserta secara online, Rabu (7/12).

Jakarta, Petrominer Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dengan dukungan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menyelenggarakan IOC Forum ke-3 dan sekaligus meresmikan fitur inovasi terbaru dalam IOC (Integrated Operation Center). Kali ini, forum tersebut mengusung tema Transformasi dan Inovasi Digital Hulu Migas Indonesia.

IOC Forum merupakan ajang kolaborasi, sharing dan penyampaian ide-ide terkait digitalisasi industri hulu migas oleh para pelaku usaha dan stakeholders terkait. Kegiatan ini juga merupakan pelaksanaan dari program Chapter 7A dalam Rencana dan Strategi (Renstra) Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0, yaitu Digitalization dan Technology Adoption.

“Peranan IOC sangat dibutuhkan karena dengan teknologi tidak boleh lagi ada sumur mati yang baru diketahui dalam waktu 2-3 hari. Harus real time agar bisa segera ditangani, maka dengan digitalisasi dan improvement di IOC maka sumur yang mati bisa diketahui secara real time,” ujar Wakil Kepala SKK Migas, Nanang Abdul Manaf, dalam acara pembukaan IOC Forum 2022 yang diselenggarakan secara hybrid, Rabu (7/12).

Menurut Nanang, teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan produksi migas. Di era industri 4.0, teknologi pun akan memegang peranan yang penting. Hal ini mendorong SKK Migas dan KKKS untuk terus meningkatkan implementasi teknologi digital dalam operasioinal hulu migas.

“Salah satu keberhasilan dalam forum IOC tahun ini adalah improvement yang secara long term dapat meningkatkan kinerja,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Nanang mengingatkan bahwa untuk mencapai target tahun 2030 yaitu produksi minyak 1 juta barel dan gas 12 BSCFD, dibutuhkan langkah nyata. Jika sekarang tidak melakukan perubahan maka tidak akan mencapai apa yang ditargetkan.

“Saya mengutip filosof Lau Tze bahwa untuk menempuh perjalanan 1.000 mil harus dimulai dari 1 langkah. Untuk mencapai target di tahun 2030, langkah-langkah nyata harus dimulai, termasuk kegiatan IOC Forum tahun ini adalah bagian dari langkah-langkah untuk mewujudkan pencapaian target yang telah ditetapkan dalam Renstra IOG 4.0,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, President Director PT Pertamina EP, Wisnu Hindadari, menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas yang terus meningkatkan digitalisasi dalam operasional hulu migas. Wisnu mengaku gembira Pertamina EP bisa mendukung dan menjadi bagian dari perkembangan IOC SKK Migas.

“Salah satu program Pertamina EP sebagai wujud nyata dari implementasi transformasi digitalisasi di PEP adalah Integrated Monitoring System (IMS). Di era Industri 4.0, PEP terus berinovasi menerapkan teknologi digital, dengan pengelolaan data yang terintegrasi memungkinkan kecepatan, keakuratan, simplifikasi dan dinsergi lebih optimal. Terutama pada data yang saling terkoneksi pada kegiatan operasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wisnu menjelaskan bahwa Pertamina EP melakukan pendekatan digital transformasi dalam bisnis yang diharapkan dapat mengakselerasi produksi migas asetnya di seluruh Indonesia secara terintegrasi, yang berjumlah 104 titik dari Rantau Field di Aceh hingga Papua Field di Sorong. Untuk itu, seluruh pemuatan dan penyerahan migas dapat dimonitor secara akurat sehingga mendukung kegiatan optimalisasi lifting migas dan menjadi pondasi dan dukungan pada target LTP 2030.

Fitur Baru IOC

Pada IOC Forum 2022, dilaunching lima fitur baru. Terdiri dari Aplikasi IOC Early Warning System (EWS) SKK Migas, Integrasi Pipe Leak Detection System SKK Migas, Integrasi IOC SKK Migas dan IMS PT Pertamina EP, Integrasi IOC SKK Migas dan PIMS Jambaran Tiung Biru (JTB), serta Dashboard Decomissioning SKK Migas.

Fitur-fitur baru tersebut melengkapi fitur IOC yang saat ini sudah memiliki 70 dashboard utama dengan turunan sub dashboard yang mencapai ribuan sebagai hasil kolaborasi beragam fungsi SKK Migas dan KKKS. Untuk mendukung fleksibilitas, IOC sudah dikembangkan menjadi IOC from home sehingga 100 persen fitur IOC tersebut sudah bisa diakses di mana saja sepanjang terhubung dengan internet dan mendukung pengawasan 24 jam yang dilakukan oleh SKK Migas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here