,

Marketplace di Indonesia Harus Diisi Produk Dalam Negeri

Posted by

Jakarta, Petrominer – Kementerian Perindustrian terus memacu pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) nasional agar dapat memanfaatkan platform digital e-Smart IKM yang bertujuan meningkatkan akses pasar melalui internet marketing. Salah satu kegiatan strategis yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan marketplace.

“Sebagai negara ke-9 yang kontribusi manufakturingnya terbesar di dunia, sudah waktunya e-marketplace di Indonesia diisi oleh produk-produk dalam negeri,” ujar Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, usai meluncurkan hotline atau call center Direktorat Jenderal IKM, Selasa (12/12).

Airlangga memaparkan bahwa tahun depan merupakan tahun ekonomi di ASEAN. Karena itu dengan didorongnya digital connection, Indonesia juga dapat menjadi hub atau core digital yang memacu produk-produk IKM. Dengan demikian, para IKM dalam negeri dapat meramaikan pasar ASEAN yang potensi jumlah penduduknya lebih dari 600 juta jiwa.

“Program ini merupakan langkah Kemenperin menghadapi era Industry 4.0, sekaligus sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan e-Smart IKM,” katanya.

Sebelum meluncurkan hotline Ditjen IKM, Menperin menyaksikan Dirjen IKM Kemenperin melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan para marketplace dalam negeri, yakni Tokopedia, Blibli, dan Shopee. Ketiga marketplace ini menyusul Bukalapak dan Blanja yang telah menjalin kerjasama sebelumnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Dirjen IKTA Achmad Sigit Dwiwahjono dan Dirjen IKM Gati Wibawaningsih dan Staf Khusus Menteri Benny Soetrisno melihat produk bahan jamu tradisional sebelum Launching Hotline Ditjen IKM 1500775, Selasa (12/12).

“Dengan memasuki pasar online, masalah pemasaran yang kerap dihadapi pelaku IKM dapat ditekan secara signifikan. Apalagi Indonesia merupakan negara yang sangat potensial bagi tumbuh dan berkembangnya e-commerce, terutama dengan berkembangnya kelas menengah di Indonesia,” papar Airlangga.

Berdasarkan data dari Asosiasi E-commerce Indonesia (IdeA), dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa, penetrasi internet di Indonesia menjangkau 90,5 juta jiwa, dan sekitar 26,3 juta jiwa di antaranya telah berbelanja secara online.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menyampaikan, pihaknya menargetkan 10 ribu IKM akan mengikuti workshop e-Smart IKM di seluruh Indonesia hingga tahun 2019. Program e-Smart IKM memberi jaminan, IKM yang bergabung mendapat prioritas mengikuti pembinaan dan pelatihan dari Kemenperin.

Hingga saat ini, lebih dari 1.700 pelaku IKM dalam negeri telah mengikuti workshop e-Smart IKM.

Hotline atau call center Ditjen IKM pada nomor telepon 1500775. Para pelaku IKM dapat memanfaatkan sarana ini, untuk memperoleh semua informasi tentang IKM. “Pelaku usaha bisa mendapatkan informasi seluas-luasnya terhadap program, kebijakan, fasilitasi dan layanan sebagai salah satu solusi pemecahan terhadap masalah IKM,” kata Gati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *