, ,

Produk Hijau Berpeluang Unggul di Pasar Global

Posted by

–

Tangerang, Petrominer – Produk yang dihasilkan menggunakan energi bersih berpeluang memperoleh nilai lebih tinggi dan semakin diminati pasar global dibandingkan produk berbasis energi fosil. Tren ini mendorong pemerintah menjadikan transisi energi sebagai bagian dari strategi industrialisasi dan peningkatan daya saing produk nasional.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan hal tersebut saat mewakili Presiden RI Prabowo Subianto membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Tangerang, Rabu (14/10).

“Produk global sekarang itu akan lebih cenderung untuk mencari produk yang green energy dan green industry. Itu nilainya pasti jauh lebih tinggi ketimbang produk-produk yang dihasilkan daripada energi fosil,” ujar Bahlil.

Pemerintah juga mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 GW yang terintegrasi dengan jaringan listrik dan sistem penyimpanan energi. Selain itu, pengembangan ekosistem baterai dan bioenergi melalui penerapan B50 dan E20 diarahkan untuk menekan impor energi serta meningkatkan nilai tambah sumber daya alam.

Pengembangan energi bersih juga diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi. Energi surya diperkirakan menghasilkan penghematan sekitar Rp 73,9 triliun per tahun dan membuka 5,5 juta lapangan kerja, sedangkan bioenergi berpotensi menghemat devisa Rp 170 triliun dan menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja.

“Kalau ini mampu kita lakukan, Bapak-Ibu semua, saya yakin Indonesia menjadi salah satu negara yang patut diperhitungkan untuk ekspor yang berkualitas dan juga mampu memberikan daya saing yang baik di mata dunia,” kata Bahlil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *