
Jakarta, Petrominer – Teknologi Chemical-Enhanced Oil Recovery (C-EOR) formulasi Semar mulai menunjukkan hasil di lapangan Meruap, Jambi. Teknologi yang diterapkan oleh KSO BWP Meruap tersebut berhasil meningkatkan produksi minyak rata-rata sekitar 20 persen dibandingkan baseline.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan peningkatan produksi tersebut tercatat selama periode injeksi bahan kimia Semar yang berlangsung sejak Februari hingga Juni 2026 lalu.
“Alhamdulillah, C-EOR Semar yang diterapkan di KSO Meruap berhasil menaikkan produksi minyak rata-rata sekitar 20 persen dari baseline,” ujar Djoko, Rabu (16/9).
Dia menjelaskan, injeksi chemical Semar dilakukan secara intensif selama empat bulan. Hasil awal tersebut menjadi perkembangan positif dalam penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) untuk meningkatkan perolehan minyak dari lapangan yang telah lama berproduksi atau mature.
Djoko berharap program injeksi chemical Semar dapat terus dilanjutkan sehingga manfaatnya terhadap peningkatan produksi minyak nasional semakin besar. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan teknologi EOR di lapangan-lapangan tua lainnya di Indonesia. Jika dapat direplikasi secara tepat sesuai karakteristik masing-masing reservoir, teknologi tersebut berpotensi menjadi salah satu instrumen untuk menjaga dan meningkatkan produksi minyak nasional.
“Mohon dukungan dan doa. Insyaa Allah program EOR injeksi chemical Semar terus berlanjut,” katanya.

Lapangan Meruap merupakan lapangan migas milik PT Pertamina EP yang dikerjasamakan dengan PT Samudera Energy Bandar Wijaya Property melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) BWP Meruap.
Sebagai lapangan yang telah memasuki fase mature, Meruap menghadapi tantangan berupa penurunan tekanan reservoir dan meningkatnya kadar air (water cut). Kondisi tersebut membuat upaya mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi membutuhkan metode perolehan minyak yang lebih maju.
Di sinilah teknologi EOR menjadi penting. Metode tersebut digunakan untuk mengoptimalkan cadangan minyak yang masih tersisa di dalam reservoir setelah lapangan memasuki tahap produksi lanjut.









Tinggalkan Balasan