
Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) kembali melakukan penanaman mangrove untuk memperkuat ekosistem pesisir dan mengurangi emisi karbon. Kali ini, sebanyak 800 mangrove ditanam di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (4/7).
Direktur Keuangan dan Penunjang Bisnis Pertamina Drilling, Kristian Rizki Wahyu Permana, kegiatan ini sebagai realisasi dari komitmen perusahaan mendukung pelestarian lingkungan serta pengurangan emisi karbon di sektor minyak dan gas (migas). Aksi tanam mangrove ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026 yang mengusung tema “Pencegahan Pencemaran Karbon pada Operasional Industri Migas.”
“Ini melengkapi berbagai kegiatan sebelumnya, seperti Sustainability Talk untuk meningkatkan literasi lingkungan pekerja dan pemasangan SRIKANDI, tempat sampah pintar berbasis teknologi yang mendukung pengelolaan limbah di lingkungan kantor,” ungkap Kristan Rizki, Sabtu (4/7).
Dia menegaskan penanaman mangrove ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan operasional yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kami ingin setiap perwira Pertamina Drilling memiliki kepedulian terhadap pelestarian alam dan berkontribusi nyata dalam mengurangi emisi karbon melalui aksi yang memberikan dampak langsung,” ujar Kristian Rizki.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa tahun ini, Pertamina Drilling menanam sebanyak 800 mangrove di Pulau Pari dan akan terus bertambah. Sebelumnya, pada tahun 2025, anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) telah menanam 1.000 mangrove sebagai bagian dari program rehabilitasi kawasan pesisir.
Kawasan mangrove memiliki peran penting dalam menyerap karbon atau blue carbon yang kapasitasnya dapat mencapai tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan tropis di daratan. Mangrove mampu mengakumulasi karbon di dalam tanah dalam jangka waktu yang sangat panjang.
Selain itu, mangrove juga berfungsi melindungi kawasan pesisir dari abrasi, dan menjadi habitat bagi berbagai biota laut, serta mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir. Hal ini memberikan manfaat nyata dalam mendukung upaya masyarakat mengurangi laju abrasi dan memulihkan ekosistem yang mengalami degradasi. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Pulau Pari menyaksikan perubahan signifikan di kawasan pesisir, seperti peningkatan abrasi dan kenaikan permukaan air laut.









Tinggalkan Balasan