
Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan kinerja operasional dan eksplorasi yang solid sepanjang tahun 2025. Hingga Desember 2025, Subholding Upstream Pertamina ini berhasil membukukan produksi minyak dan gas bumi (migas) 1,032 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD). Dengan rincian, produksi minyak556 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas sebesar 2.757 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y Nasroen, mengatakan capaian sepanjang tahun 2025 itu menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja operasional sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Kinerja ini juga mencerminkan upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan produksi sekaligus memperkuat cadangan dan sumber daya untuk mendukung pertumbuhan di masa depan.
“Pencapaian produksi lebih dari 1 juta BOEPD dan penemuan sumber daya baru lebih dari 1 miliar BOE menunjukkan komitmen PHE untuk terus menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Hermansyah, Senin (15/6).
Berdasarkan laporan kinerja perusahaan yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Rabu (10/6), pencapaian tersebut didukung oleh pelaksanaan berbagai program pengembangan lapangan secara masif. Sepanjang tahun 2025, PHE berhasil menyelesaikan pemboran eksploitasi sebanyak 887 sumur, kegiatan workover pada 1.288 sumur, serta well service pada 37.266 sumur.
Di sisi eksplorasi, PHE terus memperkuat upaya penemuan sumber daya baru guna menjaga keberlanjutan produksi jangka panjang. Hingga akhir 2025, telah dilakukan pemboran 20 sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer, serta survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi.
Upaya eksplorasi tersebut menghasilkan penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 1.097,43 juta barel setara minyak (MMBOE). Kontribusi utama berasal dari temuan Migas Non-Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan sebesar 724,22 juta barel minyak (MMBO).
Selain itu, PHE juga berhasil membukukan penambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 314 MMBOE. Tambahan cadangan tersebut diperoleh melalui realisasi aktivitas merger dan akuisisi (M&A), termasuk kontribusi aset di Aljazair, yakni proyek MLN Phase 5 di Blok 405a.
PHE juga mencatatkan laba bersih US$ 2,175 miliar di tahun 2025. Seluruh pencapaian tersebut didukung dari seluruh entitas afiliasi PHE yaitu Regional 1 (Sumatera), Regional 2 (Jawa), Regional 3 (Kalimantan), Regional 4 (Jawa Timur dan Indonesia Timur), Regional 5 (Internasional), Elnusa, Badak LNG, dan Pertamina Drilling Service Indonesia.
Menurut Hermansyah, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh pekerja, mitra kerja, pemerintah, dan para pemangku kepentingan yang terus bersinergi dalam menjaga keberlangsungan operasi perusahaan.
“Ke depan, PHE akan terus fokus pada peningkatan kinerja operasional yang unggul, penerapan teknologi dan inovasi, serta pengembangan sumber daya dan cadangan secara berkelanjutan guna mendukung target produksi nasional dan mewujudkan ketahanan energi Indonesia,” ungkapnya.








Tinggalkan Balasan