
Jakarta, Petrominer – PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) atau STM melanjutkan tren pertumbuhan positif selama Kuartal I tahun 2026. Perusahaan jasa penunjang pertambangan ini membukukan pendapatan usaha Rp 676,19 miliar. Capaian ini naik 18,1 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun 2025.
Direktur Utama Sinar Terang Mandiri, Ivo Wangarry, menyebutkan pertumbuhan di awal tahun 2026 ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga kinerja operasional di tengah tantangan dan dinamika industri pertambangan. Capaian ini sejalan dengan keberlanjutan aktivitas operasional pada sejumlah proyek yang dijalankan bersama mitra strategis di sektor pertambangan.
“Perseroan terus berupaya menjaga kinerja tetap positif melalui penguatan operasional, produktivitas, serta kualitas layanan kepada seluruh mitra kerja kami. Di tengah kondisi industri yang dinamis, kami juga tetap fokus menjalankan strategi usaha secara disiplin dan terukur,” ujar Ivo dalam pernyataan resminya, Selasa (2/6).
Menurutnya, pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh lini bisnis jasa penambangan yang mencatatkan pendapatan Rp 608,13 miliar, atau tumbuh 9,4 persen. Ini merupakan kontribusi sebesar 89,9 persen terhadap total pendapatan STM selama periode berjalan.
Dari sisi profitabilitas, STM mencatatkan laba komprehensif periode berjalan Rp 61,63 miliar pada Kuartal I-2026. Capaian tersebut menunjukkan operasional perusahaan yang tetap terjaga seiring pelaksanaan proyek yang berjalan secara bertahap dan sesuai target kerja perusahaan.
“Sejumlah proyek yang dijalankan Perseroan sepanjang periode ini telah memberikan kontribusi terhadap kinerja operasional. Ke depan, Perseroan akan terus fokus pada optimalisasi pelaksanaan proyek, efisiensi operasional, serta menjaga kualitas pekerjaan agar dapat mendukung kinerja usaha secara berkelanjutan,” jelas Ivo.
Selain jasa penambangan, STM juga mencatatkan peningkatan pada segmen jasa konstruksi dengan pendapatan Rp 68,06 miliar, meningkat dibandingkan Kuartal I-2025. Kenaikan tersebut sejalan dengan aktivitas pekerjaan konstruksi yang berlanjut dari beberapa proyek operasional perusahaan.
“Perseroan akan terus berfokus pada pelaksanaan proyek yang optimal, pengelolaan operasional yang prudent, serta menjaga kualitas pekerjaan pada lini jasa penambangan maupun jasa konstruksi guna mendukung keberlangsungan kinerja usaha secara berkelanjutan,” ungkapnya.
STM memiliki kantor pusat di Jakarta dan kantor operasional di Kota Manado, Sulawesi Utara. Dengan kapabilitas mencakup perencanaan tambang, konstruksi infrastruktur pertambangan, operasional pertambangan, hingga transportasi hasil tambang (hauling, barging, dan transshipment) serta peremukan batu dan produksi paving, perusahaan ini telah menangani berbagai proyek strategis di bidang jasa penunjang pertambangan. Saat ini, STM mengoperasikan lebih dari 1.000 unit alat berat dan peralatan pendukung lainnya dalam berbagai tipe untuk menunjang kegiatan operasional.









Tinggalkan Balasan