
Bandung, Petrominer – Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menggandeng Ministry of Natural Resources, People’s Republic of China, guna meningkatkan kerja sama teknis dan kelembagaan, khususnya di bidang pemetaan geokimia dan penilaian sumber daya mineral. Kolaborasi ini kian mempererat hubungan kelembagaan antara Indonesia dan China.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam Implementation Agreement antara Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi (PSDMBP) dengan Chengdu Center of China Geological Survey (CC-CGS), yang ditandatangani pada 26 Mei 2026 lalu. Disaksikan Kepala Badan Geologi, Lana Saria.
Lana menegaskan bahwa Badan Geologi sangat mengapresiasi jalinan kerja sama yang telah terbangun selama ini. Kerja sama ini ke depannya diyakini akan semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Indonesia dan China.
“Kami berharap kerja sama ini akan terus berkembang pada tahun-tahun mendatang, berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan,” ungkapnya.
Sementara Kepala PSDMBP, Agung Pribadi, menyampaikan bahwa potensi sumber daya mineral dan keragaman geologi Indonesia memiliki peran strategis dalam rantai pasok global mineral kritis. Karena itu, kerja sama ilmiah, penyelidikan geokimia yang maju, serta penilaian sumber daya mineral yang terintegrasi menjadi semakin penting untuk mendukung pengembangan mineral yang berkelanjutan.
Agung menilai pertukaran pengetahuan, informasi, dan pengalaman di bidang pemetaan geokimia serta pengolahan data sangat diperlukan untuk memperkuat kapasitas ilmiah kedua institusi.
“Kami berharap kerja sama ini dapat mendorong pertukaran pengetahuan ilmiah, teknologi, dan praktik terbaik yang bermanfaat bagi kedua institusi. Hal ini juga menjadi penting mengingat pengalaman dan keahlian China Geological Survey, khususnya Chengdu Center, dalam investigasi geologi, pemetaan geokimia, dan evaluasi sumber daya mineral,” ujarnya.
Kerja sama antara Badan Geologi dan China Geological Survey memiliki rekam jejak yang panjang dan konstruktif. Sejak penandatanganan MoU di Beijing pada 18 Maret 2010, kedua pihak terus mengembangkan kolaborasi ilmiah dan teknis di bidang geosains.









Tinggalkan Balasan