, ,

Pengembangan Sumur TMB-028, Suntikan Baru bagi Limau Field

Posted by

Muara Enim, Petrominer – Pertamina EP (PEP) Limau Field mendapat suntikan produksi. Ini berkat keberhasilan pengembangan sumur TMB-028 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Keberhasilan pengembangan sumur ini menjadi suntikan bagi produksi minyak di Pertamina EP Limau Field. Per 28 April 2026, lapangan tersebut mencatatkan produksi minyak 5.870 BOPD, melampaui target April 2026, yakni 4.764 BOPD.

“Tambahan produksi dari sumur TMB-028 menambah kontribusi Pertamina EP Limau Field terhadap ketahanan energi nasional. Keberhasilan pengembangan ini menjadi bukti komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan energi untuk negeri melalui operasi yang andal dan berkelanjutan,” kata Senior Manager Pertamina EP Limau Field, Abdul Rachman Para Buana, dalam keterangan resmi yang diterima PETROMINER, Senin (4/5).

Pengembangan sumur TMB-028 dilakukan oleh tim Subsurface Development Area 2 Pertamina EP Zona 4 berdasarkan interpretasi seismik dari akuisisi penambahan Data 3D Kalyca. Sumur ini adalah sumur pengembangan Final Investment Decision (FID) Tanjung Miring Barat dan Karangan Timur.

TMB-028 menambah panjang daftar keberhasilan pengembangan sumur di Tanjung Miring Barat dalam beberapa bulan terakhir. Pencapaian ini akan menjadi modal Pertamina EP Zona 4 untuk terus melakukan inovasi dalam pengembangan sumur di Struktur Tanjung Miring Barat.

“Kami akan melakukan pengembangan serupa melalui pengeboran dua sumur di Tanjung Miring Barat pada 2027 untuk menargetkan reservoir yang sama seperti TMB-028,” ucap Senior Manager Subsurface Development and Planning, Reza Nur Ardianto.

“Dengan terus bersinergi bersama pemerintah dan masyarakat, diharapkan tidak ada lagi pungutan liar maupun tuntutan yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan,” ujar Reza.

Estimasi Biaya

Sebelumnya, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyebutkan program pengeboran sumur pengembangan TMB-028 terbilang efisien. Pasalnya, biaya yang dikeluarkan hanya 83,66 persen dari AFE original 3 trayek yang diisetujui SKK Migas.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, estimasi biaya (based on field estimate) yang sudah dikeluarkan adalah sebesar US$ 3.932.377,24,” ungkap Djoko.

Secara geografis, menurutnya, pemboran ini diarahkan pada struktur lapisan batuan Tanjung Miring Barat (TMB) yang terletak kurang lebih 20 km sebelah Tenggara kota Prabumulih. Adapun yang menjadi target utama pengeboran sumur ini adalah lapisan TAF-A3 dengan target tambahan lapisan TAF-D1.

Sementara secara operasional, sumur ini adalah sumur pemboran miring (directional) type-S. Pengeboran menggunakan rig PDSI#25.2/LTO750-M (750 HP) hingga kedalaman akhir di 1665.5 mMD (3 trayek) dalam total waktu 26 hari dari rencana 27 hari hingga fase uji produksi.