, ,

Sinergi untuk Optimalkan Tata Kelola Sumur Rakyat

Posted by

Jakarta, Petrominer – Upaya memperkuat tata kelola sumur minyak masyarakat sekaligus mendukung ketahanan energi nasional terus diperkuat. Salah satunya melalui kolaborasi lintas sektor. Seperti dilakukan Pertamina EP Cepu yang akan membantu mengoptimalkan pengelolaan sumur masyarakat.

Kolaborasi ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Pertamina EP Cepu dengan pengelolaan sumur minyak oleh Koperasi Produsen Karya Energi Nusantara Kabupaten Kendal, UMKM PT Mataram Connection Nusantara di Kabupaten Blora dan Koperasi Blora Migas Energi di Kabupaten Blora. Perjanjian tersebut ditantangani di Kantor Pertamina EP Cepu Regional 4 Indonesia Timur, Jakarta, Selasa (21/4). 

Direktur Regional 4 Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Ruby Mulyawan, menjelaskan inisiatif ini bermula dari rekomendasi teknis tim gabungan pada bulan Oktober 2025, yang kemudian dilanjutkan dengan dukungan pemerintah daerah pada Januari 2026. Selanjutnya, surat acuan diterbitkan pada Februari 2026 dan pengajuan kepada SKK Migas serta PSDM dilakukan pada bulan April 2026.

“Dari pengajuan hingga penandatanganan hanya membutuhkan waktu satu bulan. Meski sempat terdapat dinamika pembahasan terkait skema 0,5% PSW, tim Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi Randugunting berhasil menemukan solusi bersama,” ujar Ruby.

Inovasi Teknis

Perwakilan Badan Kerja Sama Usaha (BKU) Jawa Tengah menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi momentum transformasi bagi para penambang sumur rakyat.

Dengan adanya legalitas dan pendampingan, para pekerja kini dapat beroperasi secara terbuka dengan memperhatikan aspek Health, Safety, and Environment (HSE), kepatuhan hukum, serta perizinan lingkungan. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi peningkatan profesionalisme tenaga kerja lokal.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas, Ariana Soemanto, mengapresiasi kecepatan realisasi kerja sama ini, termasuk inovasi teknis yang diterapkan di lapangan.

Sementara Kepala SKK Migas, Joko Siswanto, menegaskan bahwa sektor hulu migas memiliki peran strategis dalam mendukung penerimaan negara.

“Kontribusi hulu migas sangat penting bagi APBN, termasuk dalam mendukung pembiayaan subsidi energi. Indonesia dinilai memiliki ketahanan energi yang kuat karena mampu menjaga stabilitas harga energi bersubsidi,” ungkapnya.

Dari sisi hilir, Direktur Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Erwin Suryadi, memastikan kesiapan dalam menyerap hasil produksi. Erwin menegaskan keberlanjutan sektor hilir sangat bergantung pada pasokan dari hulu.

“Tanpa produksi dari hulu, tidak akan ada produk energi yang dapat disalurkan kepada masyarakat. Peran kami adalah memastikan minyak yang dihasilkan dapat diolah dan didistribusikan secara optimal,” jelasnya.