
Lembang, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melanjutkan uji coba penggunaan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) pada semua sektor, termasuk sektor otomotif. Selain memastikan implementasinya tidak terkendala, uji coba ini sebagai bagian dari langkah strategis menuju ketahanan energi nasional dan transisi energi berkelanjutan.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa uji penggunaan B50 pada mesin diesel telah dimulai serentak sejak Desember 2025 lalu di sejumlah sektor pengguna. Mulai dari sektor otomotif, angkutan laut, mesin dan alat pertanian, mesin dan alat berat tambang, kereta api hingga pembangkit listrik.
“Sektor otomotif menjadi salah satu fokus utama untuk memastikan kesiapan implementasi B50, termasuk melalui uji jalan pada kondisi operasional sehari-hari,” ujar Eniya, Selasa (21/4).
Dia menyampaikan bahwa seluruh proses uji dilakukan secara bertahap dan terukur, termasuk mencakup berbagai tipe kendaraan dan kondisi operasional. Ini untuk memastikan standar teknis, keandalan dan keselamatan tetap terjaga. Setelah menyelesaikan uji jalan, kendaraan akan dicek secara menyeluruh untuk melihat kinerja dan dampak bahan bakar B50 terhadap mesin kendaraan.
“Bulan Mei nanti semua (kendaraan) sektor otomotif untuk di bawah 3,5 ton mencapai target 50.000 km. Setelah selesai 50.000 km, nanti ada pengecekan semua engine. Untuk kendaraan di atas 3,5 ton sudah selesai memenuhi target jarak tempuh 40.000 km,” ungkap Eniya.
Hingga April 2026, hasil sementara uji jalan menunjukkan bahwa penggunaan B50 pada kendaraan diesel berada dalam kondisi aman dan tidak ditemukan adanya kendala yang signifikan.
Uji jalan kendaraan kategori di atas 3,5 ton seluruhnya telah selesai melaksanakan target jarak tempuh 40.000 km. Sedangkan untuk di bawah 3,5 ton, baru sampai 40.000 km dari target 50.000 km dengan kondisi mesin dan filter bahan bakar dalam kategori baik serta masih berada dalam batas standar yang direkomendasikan pabrikan.
Adapun hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas bahan bakar B100 untuk campuran 50 persen (B50) telah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan, khususnya pada parameter yang dilakukan perbaikan. Pengujian performa dan konsumsi bahan bakar juga menunjukkan bahwa kinerja kendaraan tetap stabil, dengan konsumsi bahan bakar berada dalam rentang standar pabrikan serta tidak menunjukkan penurunan performa yang signifikan.
Pada pengujian emisi menunjukkan parameter karbon monoksida (CO) dan opasitas masih berada di bawah batas yang ditentukan sesuai standar yang berlaku. Kemudian dari hasil evaluasi kondisi mesin dan aspek operasional, didapatkan hasil bahwa komponen mesin, pelumas, serta sistem bahan bakar tetap dalam kondisi baik dan sesuai dengan rekomendasi pabrikan selama periode pengujian.
Respon GAIKINDO
Uji jalan B50 pada kendaraan otomotif disambut baik oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO).
Anggota GAIKINDO, Abdul Rochim, merespon secara positif hasil sementara dari uji jalan dan berharap standar/spesifikasi bahan bakar yang sedang diujikan akan digunakan untuk implementasi B50 mendatang.
“Tentunya, kami sangat senang dan kami berharap bahwa spek bahan bakar yang digunakan untuk uji ini menjadi spek untuk implementasi B50” ujar Rochim ketika dihubungi secara terpisah.







