Jakarta, Petrominer – PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) mencatat pemulihan operasional yang konsisten sepanjang tahun 2025 lalu. Hal ini didukung oleh perbaikan struktural pada produktivitas dan penurunan biaya per unit.
Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, mengatakan tahun 2025 merupakan tahun yang menantang. Gangguan yang dihadapi pada kuartal pertama berdampak signifikan terhadap produksi dan pendapatan, sekaligus menunjukkan area-area di mana pendekatan dapat diperkuat.
“Kami merespons dengan cepat melalui pengetatan disiplin operasional, penguatan pengendalian biaya dan fundamental pemeliharaan, serta pengambilan langkah-langkah tegas guna menjaga likuiditas dan memperkuat neraca keuangan. Langkah-langkah tersebut mendorong peningkatan produktivitas, biaya, dan arus kas sepanjang tahun, serta memberikan fondasi yang lebih kuat saat kami memasuki tahun 2026,” ujar Iwan dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Senin (30/3).
Menurutnya, kinerja sepanjang tahun 2025 terdampak signifikan oleh gangguan operasional yang belum pernah terjadi sebelumnya dan cuaca buruk, serta ramp-down dan penyelesaian kontrak di Indonesia dan Australia. Ini tertuang dalam laporan hasil keuangan dan operasional konsolidasi yang telah diaudit untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 (FY2025).
Hasil kinerja tersebut juga dipengaruhi oleh biaya-biaya non-operasional (non-underlying charges), termasuk penyisihan piutang usaha dan penurunan nilai aset (asset impairment) di operasional Australia dan Amerika Serikat, yang sebagian diimbangi oleh keuntungan nilai wajar (fair value gain) sebesar US$ 41 juta atas investasi Grup di 29Metals.
Meskipun faktor-faktor tersebut membebani kinerja setahun penuh, Grup mencatatkan pemulihan operasional yang konsisten sepanjang tahun, didukung oleh perbaikan struktural pada produktivitas dan penurunan biaya per unit. Grup juga menghasilkan arus kas bebas (free cash flow) positif, di mana kuartal IV-2025 mencatat arus kas bebas kuartalan tertinggi sepanjang tahun. Selain itu, Grup memperkuat posisi likuiditasnya berkat dukungan berkelanjutan dari mitra perbankan dan pemegang obligasi sepanjang tahun 2025, dan memasuki tahun 2026 dengan profil jatuh tempo utang yang lebih seimbang.
EBITDA Turun
Volume overburden removal turun 19 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 439 juta bank cubic meters (MBCM). Sementara produksi batubara turun 6 persen menjadi 84 juta ton (MT), mencerminkan gangguan pada kuartal pertama, kendala cuaca, serta kontribusi yang lebih rendah dari site yang mengalami ramp-down dan yang telah selesai beroperasi.
Pendapatan turun 16 persen menjadi US$ 1,48 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan volume. Sementara Average Selling Price (ASP) kontraktor tambang relatif stabil (-1 persen), didukung oleh porsi kontrak rise-and-fall yang lebih tinggi.
EBITDA turun menjadi US$ 175 juta dengan margin 14 persen, dipengaruhi oleh volume yang lebih rendah, biaya pesangon yang lebih tinggi, serta kenaikan biaya bahan bakar. Jika biaya pesangon tidak diperhitungkan, EBITDA tercatat sebesar US$ 207 juta dengan margin 17 persen.
Grup mencatat rugi bersih sebesar US$128 juta, yang dipicu oleh penurunan EBITDA, penyisihan piutang usaha dari kontrak di Australia yang telah berakhir, serta penurunan nilai aset pada operasional di Australia dan Amerika Serikat. Faktor-faktor tersebut sebagian diimbangi oleh keuntungan nilai wajar sebesar US$ 41 juta dari investasi Grup di 29Metals, seiring pemulihan harga sahamnya sepanjang tahun, keuntungan selisih kurs sebesar US$ 36 juta (berbalik dari kerugian US$ 19 juta tahun 2024 menjadi keuntungan US$ 17 juta pada tahun 2025), serta pembalikan pencadangan piutang di Australia setelah putusan Mahkamah Agung Queensland yang memenangkan BUMA Australia, dengan penyelesaian keuangan yang diharapkan terealisasi di tahun 2026.
Grup membukukan arus kas bebas (free cash flow) positif sebesar US$ 8 juta, dibandingkan negatif US$ 60 juta pada tahun 2024. Pada kuartal IV-2025 saja, Grup membukukan arus kas bebas sebesar US$ 57 juta, menjadikannya capaian arus kas bebas kuartalan tertinggi sepanjang tahun.
Belanja modal tetap terjaga secara disiplin sebesar US$ 179 juta, relatif stabil, dengan alokasi yang seimbang antara kebutuhan pemeliharaan (maintenance) dan pertumbuhan (growth).








Tinggalkan Balasan