Medan, Petrominer — Greenvolt Power Indonesia meresmikan commercial operation date (COD) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di fasilitas produksi PT Cahaya Alam Sejati, Kamis (12/3). Ini merupakan bagian dari upaya produsen dus karton yang berlokasi di Kawasan Industri Medan (KIM) untuk memperkuat daya saing industri melalui transisi energi yang terukur dan berkelanjutan.
PLTS atap tersebut memiliki kapasitas terpasang sebesar 372 kWp, dengan potensi pengurangan emisi karbon hingga 412 ton CO₂e per tahun. Kemitraan dengan Greenvolt Power Indonesia ini sekaligus menjadi langkah pertama bagi Cahaya Alam Sejati menggunakan sumber energi bersih sejak beroperasi selama lebih dari 20 tahun
Operational General Manager Cahaya Alam Sejati, Edwin Tiaras, mengatakan peralihan menuju penggunaan energi surya merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjaga stabilitas operasional. Langkah ini menjawab tuntutan pasar yang semakin peduli pada aspek keberlanjutan.
“Transisi ini kami jalankan melalui kolaborasi yang konstruktif dengan Greenvolt Power Indonesia, sehingga solusi yang dihadirkan benar-benar relevan dengan kebutuhan produksi kami. Pengoperasian PLTS atap ini memungkinkan kami meningkatkan efisiensi energi sambil berkontribusi pada upaya pelanggan kami dalam menurunkan jejak karbon rantai pasok mereka,” ujar Edwin.
Menurutnya, langkah ini juga sejalan dengan arah pengelolaan Kawasan Industri Medan yang mendorong penguatan praktik kawasan industri hijau, termasuk efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan. Inisiatif Cahaya Alam Sejati menjadi bagian dari kontribusi kolektif dalam mendukung transformasi kawasan industri menuju ekosistem yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing.
Sebagai bagian dari rantai pasok sektor FMCG, agribisnis, produk elektronik, dan e-commerce, inisiatif ini memperkuat kesiapan Cahaya Alam Sejati dalam mendukung agenda dekarbonisasi pelanggan yang semakin menempatkan aspek keberlanjutan sebagai kriteria penting dalam pemilihan mitra produksi. Dalam konteks keberlanjutan, industri pengemasan bukan lagi sekadar penyedia pelindung produk, melainkan bagian dari mata rantai produksi yang turut menentukan jejak karbon keseluruhan produk akhir, termasuk emisi tidak langsung (Scope 3) dari sisi pemasok.

Sesuai Kebutuhan
Bagi Greenvolt Power Indonesia, proyek ini menegaskan peran perusahaan sebagai mitra strategis industri yang memberi kepastian dampak jangka panjang. Berbekal pengalaman global lebih dari 20 tahun dalam pengembangan proyek energi terbarukan dan pemahaman mendalam terhadap dinamika pasar lokal Indonesia, Greenvolt Power Indonesia menghadirkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing klien.
Head of Business Development Greenvolt Power Indonesia, Bobby Benly, menegaskan bahwa pendekatan Greenvolt Power Indonesia berfokus pada kolaborasi jangka panjang.
“Kami memahami bahwa setiap fasilitas industri memiliki karakteristik operasional, profil konsumsi energi, dan target bisnis yang berbeda. Peran kami adalah menjadi partner yang membantu klien mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam strategi bisnis mereka secara berkelanjutan dan terukur,” ujar Bobby.
Dia menambahkan bahwa proyek bersama Cahaya Alam Sejati menunjukkan bagaimana transisi energi dapat dimulai dari infrastruktur berupa atap pabrik yang sudah ada, tanpa mengganggu aktivitas produksi. Transisi ini juga dapat dilakukan tanpa perlu mengeluarkan belanja modal awal (zero-capex) dan biaya operasional (zero-opex).
Dengan semakin meningkatnya perhatian terhadap pelaporan keberlanjutan dan pengurangan emisi dalam rantai pasok global, kolaborasi antara penyedia solusi energi terbarukan dan pelaku industri lokal menjadi kunci dalam menjaga daya saing Indonesia di pasar domestik maupun internasional.
Melalui proyek ini, Greenvolt Power Indonesia dan Cahaya Alam Sejati berharap dapat menjadi contoh implementasi nyata dekarbonisasi industri di tingkat kawasan, sekaligus membuka peluang replikasi bagi perusahaan lain di Kawasan Industri Medan dan wilayah sekitarnya.









Tinggalkan Balasan