Dompu, Petrominer – Menjelang senja akhir pekan lalu, Sabtu (18/11), warga Desa Sori Tatanga di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai riuh memadati gedung perkumpulan yang terletak persis di tengah-tengah pemukiman warga. Petang itu suasana berubah, dari biasanya sepi menjadi sangat berwarna.
Di pimpin Kepala Desa, sejumlah warga mulai dari anak-anak sampai lanjut usia bersiap merayakan kegembiraan bersama-sama. Hujan yang turun semenjak siang tak membuat warga urung beranjak dari rumah ke titik kumpul tersebut.
Malam hari setelah pemasangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), warga sepakat membuat syukuran kecil-kecilan. Tidak mewah, namun meriah. Diisi dengan persembahan dua tarian daerah dari remaja desa, sumbangan lagu dari anak-anak Sori Tatanga dan selingan permainan yang dipandu oleh tim dari Kementerian ESDM.
Permainan menarik tersebut tidak hanya diikuti anak-anak. Bahkan orang tua dan lanjut usia tak mau kalah. Mereka bersaing menjadi pemenang, dan tertawa lepas di saat yang bersamaan.
Padahal, bukan hal yang mudah bagi mereka berbagi suka menjelang malam seperti itu. Pada hari-hari biasanya, mereka sudah Lelah dan enggan pergi. Umumnya, aktivitas di luar rumah mulai terhenti saat matahari mulai terbenam.
Namun kali ini berbeda, rasa letih sudah tak dirasa. Meski seharian bekerja di lading, warga terlihat sangat antusias untuk berkumpul petang itu. Terbukti meski diumumkan untuk berkumpul jam 5 sore, pukul 4 mereka sudah ramai di balai desa dengan pakaian terbaik yang dipunya.
Pemandangan seperti ini diakui Sekretaris Desa Sori Tatanga, Marwan, sebagai hal yang langka ditemukan. Dia mengaku sangat gembira dan bersyukur dapat melihat warga penuh cita dalam syukuran menyambut teknologi baru dirumah mereka.
“Terima kasih untuk Kementerian ESDM yang telah memberikan hiburan dan disambut suka cita oleh kita semua,” ujar Marwan.

Dari rumah, warga membawa lampu LTSHE yang sudah mereka miliki. Lampu ini memang istimewa. Selain dapat digunakan sebagai sumber penerangan di rumah, lampu ini dapat dilepas dan dibawa kemana-mana layaknya senter. Setiap keluarga setidaknya membawa satu lampu ke balai desa.
Kepala Desa Sori Tatanga, M. Tahir Manan yang bersahaja dan tegas pun mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Negara dalam kehidupan mereka. Diakuinya ini salah satu bentuk perhatian Pemerintah yang diharapkan dapat meningkatkan kehidupan warga. Tak lupa Tahir mengingatkan warga agar tidak menjual lampu tersebut.
“Pemerintah Desa setelah ini akan mengecek, jangan sampai lampu ini di bawa ke Bima atau ke Dompu, siapapun yang berbuat, lampu akan saya tarik kembali,” tegas Tahir.
Suka cita warga desa mulai terhenti saat adzan Maghrib berkumandang. Warga bergegas menuju mushola dan melaksanakan ibadah sholat maghrib. Seusai beribadah, warga kembali berkumpul untuk menyantap hidangan makan malam yang disiapkan oleh Ibu Kades bersama ibu-ibu lainnya.
Makanan malam itu cukup sederhana, ada rebusan sayur, bumbu pecel, sop ayam kampung dengan tambahan kerupuk. Meski tak mewah, makanan malam itu sangat nikmat sekali. Tim dari Kementerian ESDM dan media yang hadir terlihat beberapa kali bolak balik mengisi piringnya yang sudah kosong. Begitu juga dengan warga.
Malam itu warga dan tim Kementerian ESDM serta media yang hadir berbaur bersama warga. Mereka merasakan sekali rasa syukur warga atas hadirnya cahaya baru di rumah mereka.









Tinggalkan Balasan