Jakarta, Petrominer – Xurya menutup tahun 2025 dengan keberhasilan transformasi strategis, yang berfokus pada penguatan fondasi bisnis yang berkelanjutan dan pengembangan ekosistem industri nasional. Langkah ini mengukuhkan posisi perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ini sebagai katalis implementasi energi surya Indonesia.
Hingga akhir tahun 2025, Xurya telah merealisasikan lebih dari 300 proyek PLTS baik on-grid maupun hybrid off-grid di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan mapan yang siap mengembangkan dan mengelola proyek PLTS berstandar tinggi di berbagai sektor industri.
Managing Director Xurya, Eka Himawan mengatakan pihaknya melihat penggunaan PLTS telah menjadi bagian dari strategi operasional jangka panjang perusahaan-perusahaan di Indonesia. Regulasi-regulasi terkait PLTS pun berkembang menjadi lebih jelas.
“Kami melihat ini sebagai kesempatan untuk bertransformasi dari suatu startup menjadi perusahaan energi terbarukan lokal yang mapan dan bertaraf global. Oleh karena itu, beberapa tahun terakhir ini kami berfokus pada profitability jangka panjang, diversifikasi, dan pembangunan talenta lokal,” ungkap Eka dalam pernyataan resmi yang diterima PETROMINER, Rabu (4/3).
Menurutnya, profitabilitas jangka panjang adalah salah satu fokus utama Xurya selama beberapa tahun terakhir. Komitmen ini diwujudkan melalui pengembangan proyek yang bankable, peningkatan kualitas instalasi agar sesuai atau melampaui standar nasional dan internasional, dan penguatan kualitas layanan pasca-pemasangan.
Tahun 2025 juga diwarnai dengan berbagai tren yang mendorong Xurya untuk memulai diversifikasi aset, terutama ke sektor hybrid off-grid dan independent power producer (IPP).
“Kami melihat permintaan akan pembangkit energi terbarukan skala besar terus meningkat, terutama dari sektor industri kritis yang membutuhkan kepastian pasokan dan efisiensi biaya. Peraturan Menteri ESDM nomor 5 Tahun 2025 tentang Pedoman Perjanjian Jual-Beli Tenaga Listrik dari Pembangkit Tenaga Listrik yang Memanfaatkan Sumber Energi Terbarukan juga memperkuat kepastian hukum tentang proyek-proyek PLTS untuk IPP,” ujar Eka.
Tidak hanya itu, dia mengakui bahwa institusi finansial lokal maupun regional sudah mulai memahami pola pasar PLTS di Indonesia, sehingga mampu menyediakan fasilitas yang relevan. Tentunya, kondisi ini dipandang sebagai suatu kesempatan dan ingin menjadi bagian dari solusi terhadap kebutuhan pasar yang terus berkembang tersebut.
Talenta Lokal
Dari sisi kemitraan dan sosial, selama tahun 2025 Xurya juga meningkatkan peran dalam mempersiapkan talenta lokal untuk mendukung boom industri energi surya ke depannya.
VP Operations Xurya, Philip Effendy, menyebutkan ada dua tantangan utama dari segi operasional, yakni bagaimana dapat memastikan kualitas pemasangan yang tinggi, dan bagaimana dapat mempersiapkan talenta lokal untuk mendukungnya. Kedua tantangan ini muncul karena industri energi surya Indonesia masih tergolong baru.
“Sejak tiga tahun yang lalu, kami secara internal telah memprediksi bahwa kesenjangan kompetensi talenta lokal seiring meningkatnya kebutuhan proyek berskala lebih kompleks adalah isu yang riil,” ujar Philip
Menjawab isu tersebut, Xurya menghadirkan Solar Academy Indonesia (SAI) pada tahun 2024 sebagai program penguatan kapasitas talenta lokal di sektor energi surya. Program ini mencakup pelatihan teknis intensif bagi mitra perusahaan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) lokal.
Hingga tahun 2025, SAI telah diikuti oleh ratusan peserta, dengan materi yang mencakup aspek krusial keselamatan sistem, seperti praktek pemasangan kabel dan mitigasi risiko kebakaran selama proyek berjalan. Di tahun 2026 ini, SAI direncanakan untuk dikembangkan menjadi tiga sesi guna mengakselerasikan kesiapan EPC lokal.
“Kami percaya transisi energi harus dipimpin oleh para talenta lokal. Tanpa talenta lokal yang kompeten, pertumbuhan industri tidak akan berkelanjutan. Karena itu, transformasi 2025 bukan hanya tentang ekspansi proyek, tetapi tentang meningkatkan standar kualitas bagi industri surya dengan menjadi contoh yang baik,” ungkap Philip.









Tinggalkan Balasan