Jakarta, Petrominer – Sinergi PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) dalam pengembangan energi panas bumi memasuki tahap baru. Melalui afiliasinya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) yang berkonsorsium dengan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) telah mencapai kesepakatan tarif Listrik bersama PLN untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu Bottomong Unit berkapasitas 30 megawatt (MW).
Direktur Eksplorasi & Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, mengatakan kesepakatan tarif listrik untuk proyek PLTP Ulubelu Bottoming Unit ini ditandatangani di Tomohon, Sulawesi Utara, Senin (22/12). Kesepakatan tarif listrik ini menjadi langkah signifikan bagi kerja sama PGE dan PLN IP.
“Selanjutnya, kedua pihak akan memproses pendirian joint venture, pengadaan EPCC, dan PPA yang percepatan prosesnya secara simultan akan dilakukan Januari 2026. Upaya percepatan ini dilakukan untuk mengejar target Commercial Operation Date (COD) di tahun 2027,” ungkap Edwil, Rabu (24/12).
Ulubelu Bottoming Unit merupakan proyek PLTP berbasis teknologi binary pertama yang dikembangkan bersama oleh PGE dan PLN IP di wilayah kerja eksisting PGE Ulubelu, Lampung. Proyek ini memanfaatkan teknologi co-generation untuk mengoptimalkan energi panas sisa, sekaligus menjadi bagian dari tahapan pengadaan Independent Power Producer (IPP) di PLN.
Sinergi dalam pengembangan Ulubelu Bottoming Unit diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi dalam proyek bottoming di wilayah kerja eksisting PGE lainnya, seperti Lahendong di Sulawesi Utara dan Lumut Balai di Sumatera Selatan.
“Ini merupakan kontribusi nyata PGE dalam memperkuat ekosistem transisi energi sekaligus ketahanan energi nasional,” kata Edwil.
Agustus 2025 lalu, Pertamina dan PLN menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengembangan energi panas bumi di 19 proyek eksisting dengan total kapasitas 530 MW. Sinergi tersebut difasilitasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara/Danantara Indonesia).
Seiring dengan akselerasi pengembangan pada proyek-proyek eksisting tersebut, PGE dan PLN IP juga menyepakati Perjanjian Komitmen Konsorsium untuk pengembangan PLTP Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 MW serta PLTP Lahendong Bottoming Unit 1 berkapasitas 15 MW. Kedua proyek ini diharapkan dapat menambah kapasitas pembangkit hingga total 45 MW melalui pemanfaatan teknologi yang lebih optimal.
Secara keseluruhan, kerja sama ini membuka potensi pengembangan tambahan kapasitas hingga 1.130 MW dengan estimasi nilai investasi mencapai US$ 5,4 miliar. Potensi tersebut berasal dari pengembangan di wilayah kerja yang telah berproduksi, sekaligus membuka peluang di area-area prospektif baru.









Tinggalkan Balasan