Jakarta, Petrominer – ABB baru saja merampungkan proyek peningkatan fasilitas di Pembangkit Llistrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Wayang Windu, Pengalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kolaborasi ini merupakan bagian dari inisiatif modernisasi yang tengah dilakukan Star Energy Geothermal.
Saat ini, Star Energy Geothermal mengoperasikan Unit 1 dan 2 PLTP Wayang Windu, dengan kapasitas 230,5 megawatt (MW). Sementara Unit 3 sedang dikembangkan, dengan kapasitas 30 MW. Kapasitas PLTP Wayang Windu ini turut berkontribusi pada total 910 MW energi panas bumi yang dihasilkan Star Energy di Jawa Barat.
President Energy Industries division Asia ABB, Anders Maltesen, mengatakan pihaknya telah memodernisasi sistem kontrol terdistribusi atau Distributed Control System (DCS) pada Unit 1 dan 2 Wayang Windu. Upaya ini dilakukan dengan mengaplikasikan ABB Ability Symphony Plus DCS, yang memungkinkan Star Energy mengelola kebutuhan variabel dari PLTP secara lebih efektif sambil menjaga pasokan listrik yang stabil dan andal.
“Solusi modernisasi ABB tidak hanya meningkatkan skalabilitas, memungkinkan integrasi tanpa hambatan antara unit yang sudah ada dengan unit yang tengah dikembangkan tanpa memerlukan peningkatan (upgrade) infrastruktur yang signifikan, namun juga menghadirkan sistem kontrol yang lebih Tangguh pada Unit 1 dan Unit 2,” jelas Maltesen dalam pernyataan tertulis yang diterima PETROMINER, Selasa (23/12).
Hasilnya, Star Energy mengalami peningkatan stabilitas sistem, pengurangan waktu henti atau downtime, serta peningkatan efisiensi operasional. Desain modular Symphony Plus mendukung ekspansi kapasitas di masa mendatang dan mengoptimalkan arsitektur kontrol, sehingga mendorong efisiensi biaya dan memperkuat keandalan jangka panjang operasi PLTP.
Sebagai bagian dari kolaborasi ini, ABB juga meningkatkan sistem Human Machine Interface (HMI) untuk Unit 1 dan 2, dengan melakukan transisi dari platform Power Generation Portal (HMIPGP) lama atau legacy ke platform Symphony Plus (S+) yang lebih canggih. Untuk Unit 3, ABB telah mengimplementasikan Symphony Plus DCS sebagai bagian dari upaya ekspansi yang sedang berlangsung di pembangkit tersebut.
“Peningkatan ini semakin memperkuat kemampuan SEG dalam mendukung pertumbuhan fasilitas di masa depan,” ungkap Maltesen.









Tinggalkan Balasan