Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama SKK Migas terus menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Bantuan ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah dan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) untuk meringankan beban masyarakat pascabanjir dan longsor.
Pengiriman dilakukan melalui armada kargo udara di Bandara Soekarno-Hatta, yang disiapkan untuk memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses akibat terputusnya jalur transportasi. Bantuan kemanusiaan tersebut dilepas secara resmi oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, bersama Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, Kamis (11/12).
Djoko menyampaikan bahwa sebelumnya SKK Migas telah mengoordinasikan partisipasi dari sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di wilayah Sumatera Bagian Utara. Mereka bersama-sama menyediakan bantuan yang relevan dengan kebutuhan terkini di posko pengungsian maupun titik-titik terdampak.
“Penyaluran bantuan secara kontinyu kita lakukan, hari ini terkirim seberat 12 Ton dan 146 Kilogram terdiri dari tenda besar, genset & jet cleaner. Siang ini masuk kargo pesawat dan terbang menuju lokasi,” ungkapnya.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta posko penanganan darurat di masing-masing wilayah terdampak. Bantuan yang diberikan tersebut mencakup logistik kebutuhan dasar dan sarana pendukung penanganan bencana.
Terdiri dari genset, paket sembako dan bahan pangan siap saji, air mineral dan perlengkapan sanitasi, selimut, tenda keluarga, matras, dan perlengkapan bayi, perlengkapan kesehatan dan obat-obatan, peralatan kebersihan untuk pemulihan pasca bencana, serta dukungan logistik tambahan sesuai kebutuhan lapangan.
Sementara Wakil Menteri ESDM menegaskan bahwa kontribusi ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dan sektor energi dalam membantu masyarakat di tengah bencana.
“Bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian Kementerian ESDM bersama SKK Migas serta KKKS terhadap masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa negara hadir untuk membantu warga yang terdampak, sekaligus mendukung percepatan penanganan darurat dan pemulihan kondisi di lapangan,” ujar Yuliot.









Tinggalkan Balasan