Jakarta, Petrominer – Pemerintah mengakui gelaran SIAL Interfood selama beberapa tahun ini bukan sekedar pameran di bidang industri pengolahan makanan dan teknologi. Event ini telah menjadi simbol bagi ajang kerja sama, kreativitas, dan inovasi di balik penyajian makanan.
Tahun ini, SIAL Interfood digelar selama empat hari, pada 12 hingga 15 November 2025, di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Pameran ini menampilkan beragam inovasi, inspirasi, serta peluang bisnis terkini di sektor makanan, minuman, jasa boga, hotel, restoran, kafe, dan bakery.
Menurut Wakil Menteri Pariwisata Indonesia Ni Luh Puspa, industri makanan dan minuman menjadi salah satu pilar dari ekonomi Indonesia. Pameran seperti SIAL Interfood diakui telah menjadi platform teknologi sekaligus juga berfungsi menjalin kemitraan secara strategis.
“Secara global dalam satu tahun, industri makanan tercatat memiliki peranan cukup besar, dipandang dari pengeluaran perjalanan wisata. Apalagi, produk makanan seperti halnya makanan tradisional Indonesia kini telah menjadi identitas yang mencirikan daerah tersebut,” ungkap Ni Luh saat meresmikan pameran SIAL InterFOOD 2025, Rabu (12/11).
Bahkan, menurutnya, SIAL Interfood diakui telah menjadi platform teknologi sekaligus juga berfungsi menjalin kemitraan secara strategis. Secara global dalam satu tahun, industri makanan tercatat juga termasuk yang peranannya cukup besar, dipandang dari pengeluaran perjalanan wisata.
Kajian akademik tahun 2024 mencatat dari 1,3 miliar perjalanan di dunia, dan perjalanan wisatawan internasional tahun 2023 menghasilkan US$ 505,2 miliar, yang dihabiskan untuk berbelanja produk makanan dan minuman.
Karena itulah, Kementerian Pariwisata kini tengah menjalankan program Wonderful Indonesian Gournet, sebagai flagship dari Kementerian yang diharapkan akan menjadi program tahunan. Berbagai pihak pun diajak untuk bersama-sama mendukung program gastronomi tersebut.

Energi Positif
Sementara itu, CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, selalu penyelenggara, menjelaskan bahwa pameran selama empat hari ini menampilkan beragam inovasi, inspirasi, serta peluang bisnis terkini di sektor makanan, minuman, jasa boga, hotel, restoran, kafe, dan bakery.
Diikuti lebih dari 1.500 peserta dari 26 negara antara lain Thailand, Iran, Singapura, Arab Saudi, Malaysia, Vietnam, Mesir, Korea, Turki, Rusia, Jepang, Taiwan, Tiongkok, Amerika Serikat, Pakistan, Maroko, Hongkong, Filipina, India, Yordania, Palestina, Dubai (UAE), Italia, Swiss, Jerman dan Indonesia. Termasuk 100 UMKM unggulan Indonesia dengan produk inovatif dan siap ekspor.
Menurut Daud, perkembangan sektor makanan dan minuman Indonesia akan semakin kuat apabila didukung oleh kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, hingga inovator muda.
“Pameran ini bukan sekadar ajang pertemuan bisnis, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menyatukan energi positif dari seluruh pelaku industri,” ungkapnya.
Krista Exhibitions menghadirkan tiga pameran besar dalam satu rangkaian, yaitu Seafood Show Asia Expo, INAShop Expo, dan All Indonesia CoolTech Expo. Ketiganya menawarkan pengalaman terpadu, mulai dari penyediaan bahan baku, teknologi pengolahan, solusi pendingin, hingga inovasi ritel modern.
Pameran diramaikan oleh beragam program pendukung yang edukatif, interaktif, dan inspiratif. Pengunjung dapat menikmati rangkaian kegiatan menarik seperti seminar industri, business matching, kompetisi kuliner profesional, hingga workshop yang menghadirkan para pakar dan praktisi berpengalaman di bidangnya.
Di antaranya “Artisan Tea–Harmony of Science and Art” persembahan Asosiasi Artisan Teh Indonesia, yang menggabungkan seni dan sains dalam penyajian teh. Ada juga Workshop Lamb Butchery oleh Aussie Meat Academy, yan memberikan pelatihan mendalam mengenai teknik pemotongan daging domba profesional. Serta seminar LPPOM MUI bertajuk “Understanding Indonesia’s Halal Certification Requirements,” yang membahas regulasi dan peluang besar pasar halal nasional.









Tinggalkan Balasan