Konawe, Sulawesi Tenggara, Petrominer – Schneider Electric menghadirkan Electrical House (E-House) di Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nii Tanasa 50 MW Kendari yang diresmikan operasionalnya, Senin (30/10).

Power House tersebut merupakan solusi distribusi listrik terintegrasi dalam satu sub-station, yang terdiri dari panel listrik Medium Voltage (MV) dan Low Voltage (LV), transformer, HVAC, UPS serta sistem pengelolaan dan kontrol bangunan. E-House dari Schneider Electric ini dibuat, dirakit dan diuji sebelumnya di pabrik (pre-fabricated) dan dikirim sebagai solusi terintegrasi penuh untuk memenuhi berbagai kebutuhan di lapangan.
Metode ini telah terbukti dapat mengurangi waktu konstruksi serta mengoptimalkan biaya transportasi dan pemasangan secara signifikan. Dari sisi sumber daya manusia pun jauh lebih efisien karena perakitannya dilakukan di satu tempat.

“Berkat berbagai keunggulan tersebut, Schneider Electric dapat menyelesaikan seluruh proses pembuatan E-House, mulai dari pemesanan hingga pengantaran ke site hanya dalam waktu 4,5 bulan,” ujar Xavier Denoly selaku Country President Schneider Electric Indonesia.

Selain itu, E-House juga dilengkapi dengan EcoStruxure™ Grid yang merupakan bagian dari arsitektur dan platform EcoStruxure™ yang terbuka dan beroperasi dengan bantuan Internet of Things (IoT). EcoStruxure™ Grid dapat menyederhanakan kompleksitas operasional grid, mengoptimalkan pengelolaan aset serta memanfaatkan berbagai peluang baru yang diciptakan oleh digitalisasi di bidang utilitas.
Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nii Tanasa 50 MW merupakan pembangkit listrik berbahan bakar gas alam yang efisien dan ramah lingkungan karena emisi gas hasil pembakaran yang tidak menimbulkan polusi udara. Kehadiran PLTMG yang rampung hanya dalam waktu kurang dari 9 bulan ini menjadi sangat strategis karena diharapkan dapat memenuhi lebih dari separuh kebutuhan listrik di sekitar kabupaten Konawe dan kota Kendari yang mencapai 80 MW.








Tinggalkan Balasan