Jakarta, Petrominer – Proyek LNG Abadi di blok Masela mulai memasuki tahap Front-End Engineering and Design (FEED). Tahap ini merupakan tonggak strategis dalam perjalanan proyek LNG Abadi menuju realisasi.
Pelaksanaan FEED dimulai setelah penunjukan para kontraktor untuk mengerjakan empat paket utama FEED, yaitu (1) Subsea Umbilicals, Risers and Flowlines (SURF), (2) Gas Export Pipeline (GEP), (3) Floating Production Storage and Offloading (FPSO), dan (4) Onshore Liquefied Natural Gas (OLNG) Plant.
Dalam tahap ini, INPEX Masela, Ltd. selaku operator blok Masela akan mengoptimalkan desain, mengurangi resiko teknis, dan meningkatkan kepastian biaya serta jadwal. Ketiga langkah ini sangatlah penting demi memastikan fase EPC (engineering procurement and constructions) yang berkualitas tinggi.
INPEX Masela menggelar acara peresmian tahap FEED di Jakarta, Kamis (28/8). Diresmikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, didampingi Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto.
“Tahap FEED untuk proyek ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan Proyek Lapangan Abadi di Blok Masela. Proyek ini bukan hanya proyek migas biasa, tetapi salah satu pilar ketahanan energi serta motor penggerak pembangunan nasional dan daerah,” ujar Yuliot dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menekankan bahwa Pemerintah menaruh harapan besar agar proyek ini berjalan sesuai jadwal dan memberi manfaat maksimal bagi bangsa. Hal ini sejalan dengan salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yaitu swasembada energi, proyek ini harus menjadi bagian dari strategi besar bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri.
Sebelumnya, Djoko Siswanto menyatakan proyek Lapangan Gas Abadi menempati posisi istimewa di antara proyek-proyek migas yang tengah dikembangkan. Seperti diketahui, lapangan ini memiliki cadangan gas sekitar 18,54 TCF. Setelah beroperasi penuh, kapasitas produksinya akan mencapai 9,5 MTPA LNG, 150 MMSCFD gas pipa, serta sekitar 35.000 BOPD kondensat.
”Dengan cadangan dan kapasitas sebesar ini, Proyek Abadi diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menciptakan multiplier effect yang signifikan dengan menjadi lokomotif penggerak ekonomi nasional maupun daerah, melalui pemanfaatan sumber daya yang ada di kawasan proyek dan sekitarnya,” ungkapnya.
Selain INPEX Masela, mitra Joint Venture lainnya di blok Masela adalah PT Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) dan Petronas Masela Sdn. Bhd. (Petronas Masela).








Tinggalkan Balasan