, ,

Preferensi Tarif AS Pacu Ekspor Sepatu dan Alas Kaki Indonesia

Posted by

Jakarta, Petrominer – Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) memperkirakan nilai ekspor industri sepatu dan alas kaki Indonesia bakalan mencapai US$ 10 miliar. Angka ini naik signifikan dibandingkan nilai ekspor saat ini yang sebesar US$ 7 miliar.

Menurut Ketua Aprisindo, Eddy Widjanarko, kenaikan tersebut terjadi menyusul pemberlakuan tarif masuk preferensi 19 persen ke pasar Amerika Serikat (AS) dan penandatangan RI-EU CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement). Peningkatan ini juga akan mempengaruhi serapan tenaga kerja yang akan mencapai sedikitnya 300 ribu pekerja.

“Peningkatan yang signifikan ini terjadi karena perbedaan tarif sehingga menjadikan ekspor produk sepatu dan alas kaki Indonesia lebih berdaya saing dibandingkan Vietnam dan India serta Kamboja yang dikenakan tarif lebih tinggi saat memasuki pasar AS,” ungkap Eddy usai mengikuti seremoni pembukaan pameran Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025 dan Indo Garment Textile (IGT) Expo 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Kamis (14/8).

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa kondisi ini juga didukung dengan akan masuknya investasi sejumlah brand besar di sektor industri alas kaki.

Tahun ke-18

Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025 dan Indo Garment Textile (IGT) Expo 2025, yang memasuki tahun ke-18, diresmikan pembukaannya oleh Menteri Perindustrian yang diwakili  Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Kemampuan Industri Dalam Negeri, Adie Rochmanto Pandiangan, serta  dihadiri Deputi Bidang Wisata Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu, dan mewakili Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Kukuh Sri Harjanto.

Dalam sambutannya, CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menjelaskan bahwa Indo Leather & Footwear (ILF) dan Indo Garment Textile (IGT) Expo 2025 hadir sebagai wadah yang menyatukan ide kreatif, kemajuan teknologi, dan potensi kerja sama bisnis untuk menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan industri.

“Di sinilah para pelaku industri dapat saling menginspirasi, menjalin kemitraan, dan menemukan terobosan yang relevan dengan tren global. Indonesia memiliki potensi besar di sektor kulit dan alas kaki, dan kami ingin memastikan potensi ini berkembang menjadi kekuatan yang diakui dunia,” ujar Daud.

Melalui ILF dan IGT Expo 2025, pihak penyelenggara berharap tercipta kolaborasi yang memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir, mendorong inovasi berkelanjutan, serta membuka akses pasar yang lebih luas. Indo Leather & Footwear (ILF) dan Indo Garment Textile (IGT) Expo 2025  berambisi menjadi pameran yang menampilkan inovasi terbaik di bidang  industri alas kaki, produk kulit, garmen, tekstil dan teknologi manufaktur terkini,”.

Beragam produk unggulan mulai dari mesin jahit modern, mesin cetak sepatu, mesin pengolahan bahan baku, fabric dan tekstil premium, sol sepatu, aksesori fashion, sneakers, boots, flat shoes, sandal, hingga kulit eksotik untuk fashion, furnitur, dan garment semua hadir dalam satu ajang bisnis yang penuh inspirasi dan peluang kolaborasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *