, ,

Kini, PHR Lebih Efisien

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengklaim siap untuk terus memainkan peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHR menunjukkan komitmen kuat melalui kontribusi nyata terhadap penerimaan negara dan penguatan ketahanan energi nasional.

Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, mengatakan memasuki awal tahun 2025, PHR telah merampungkan proses restrukturisasi organisasi dengan menggabungkan Zona 1, Zona Rokan, dan Zona 4 ke dalam satu entitas baru bernama Regional 1 Sumatra. Wilayah operasinya kini mencakup area luas dari Aceh hingga Sumatra Selatan.

“Langkah ini bukan semata-mata penyederhanaan administratif, tetapi bagian dari strategi besar untuk mengintegrasikan rantai nilai hulu migas secara lebih efisien dan optimal,” ungkap Evi dalam pertemuan dengan sejumah awak media, Kamis (24/7).

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa restrukturisasi ini tentunya bakal membawa dampak positif dalam pengelolaan aset hulu migas dari ujung utara hingga selatan Sumatra. Ini juga sejalan dengan program Swasembada Energi yang dicanangkan pemerintah. Dengan organisasi yang lebih efisien, PHR berupaya menjaga pasokan energi nasional dan menghadapi tantangan industri migas ke depan.

“Kami lebih efisien, sekaligus memperkuat peran PHR dalam menjaga ketahanan energi nasional,” tegas Evi.

Produksi dari CEOR

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan bahwa produksi minyak pertama di Indonesia melalui Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) secara komersial ditargetkan akan terealisasi pada pertengahan tahun 2026. Saat ini, CEOR di zona Rokan tengah dikerjakan di lapangan Minas dan rencananya akhir tahun nanti program tersebut akan memasuki tahapan sangat penting yakni injeksi cairan kimia ke reservoir.

“Ini masih stage 1 aspek mulai komersial Desember 2025. Ini jadi pertama di Indonesia secara komersial penerapan Chemical EOR,” ungkap Evy.

Program CEOR merupakan program EOR yang paling maju atau terdepan yang akan mendapatkan hasil. Ini merupakan langkah akhir yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi minyak dengan cara menginjeksikan cairan kimia ke dalam reservoir untuk mengektraksi kandungan minyak yang terjebak dalam lapisan batuan perut bumi.

Awal Juli 2025 lalu, PHR menggandeng PT Pertamina Lubricants (PTPL) guna menginjeksikan surfaktan PHR24 untuk Proyek Balam South Simple Surfactant Flood atau SSF Stage-1 (Pattern 353).

Surfaktan PHR24 merupakan hasil pengembangan PHR yang telah melalui proses riset dan optimasi formula sebagai solusi CEOR yang efisien dan adaptif terhadap kondisi reservoir lokal. Formula ini menjadi bagian dari intellectual property milik PHR, sementara PTPL turut berperan sebagai mitra teknis dalam mengeksekusi proses blending, Quality Assurance/Quality Control (QA/QC), netralisasi, hingga distribusi slug surfaktan ke lokasi proyek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *