,

Presiden Resmikan 3 Proyek PLTP Pertamina

Posted by

Lahendong, Petrominer — Presiden Joko Widodo meresmikan tiga proyek infrastruktur pembangkit listrik tenaga panasbumi yang dioperasikan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dengan total investasi senilai US$ 532,07 juta atau Rp 6,18 triliun, Selasa (27/12).

Proyek-proyek tersebut meliputi PLTP Lahendong unit 5 dan 6 berkapasitas 2 x 20 MW di Tompaso, Sulawesi Utara, dan PLTP Ulubelu unit 3 dengan kapasitas 1 x 55 MW.

Pelaksanaan ground breaking proyek-proyek tersebut juga diresmikan oleh Presiden Jokowi, yang digelar di Kamojang, Garut, Jawa Barat, pada 15 Juli 2015 lalu. Proyek dengan skema total proyek itu berhasil diselesaikan lebih cepat pembangunannya oleh anak usaha PT Pertamina (Persero).

“Pertamina selaku induk usaha PGE memberikan apresiasi kepada seluruh pekerja PGE yang berhasil membuktikan kompetensi utamanya dengan menyelesaikan proyek lebih cepat dari jadwal sehingga lebih cepat dapat membantu pemerintah dalam upaya memperluas layanan listrik untuk masyarakat,” ujar Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto.

Proyek PLTP Lahendong unit 5 dan 6 senilai US $282,07 juta atau setara dengan Rp3,3 triliun. Kedua proyek ini mulai dikerjakan sejak 5 Juli 2015, dengan target penyelesaian masing-masing Desember 2016 dan Juni 2017. Namun sukses dikerjakan lebih cepat menjadi 15 September 2016 atau lebih cepat tiga bulan untuk unit 5, dan 9 Desember atau lebih cepat enam bulan untuk unit 6.

Kehadiran PLTP Lahendong unit 5 dan 6 menambah kapasitaas pembangkit di Area Panasbumi Lahendong menjadi 120 Mega Watt (MW). Pembangkit baru itu juga memperkuat sistem ketenagalistrikan di Minahasa Sulawesi Utara, dengan tidak kurang 240 ribu rumah tangga teraliri listrik.

Selama pelaksanaan pembangunan, menurut Dwi Soetjipto, proyek itu menyerap tenaga kerja lokal tidak kurang dari 1.800 orang, dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai 42,68 persen.

Sementara PLTP Ulubelu unit 3 dengan kapasitas 1 x 55 MW dan investasi US $250 juta atau setara dengan Rp 2,88 triliun. Juga dengan skema total project, PLTP Ulubelu unit 3 ini mulai dikerjakan pada 5 Juli 2015, dengan target selesai Agustus 2016. Namun berhasil masuk ke dalam sistem pada 26 Juli 2016 atau lebih cepat satu bulan.

“Proyek yang berlokasi di Tanggamus, Lampung ini telah menyerap tenaga kerja sekitar 3.000 orang, dengan TKDN mencapai 50,89 persen,” jelasnya.

Dwi Soetjipto mengatakan proyek-proyek infrastruktur energi yang dibangun Pertamina diharapkan dapat memberikan efek berganda terhadap kehidupan ekonomi masyarakat. Mulai dari teralirinya listrik, terbukanya lapangan kerja selama pelaksanaan proyek dan juga paska proyek sebagai dampak dari tumbuhnya industri baru karena pasokan listrik yang lebih kuat serta mendorong pemanfaatan energi bersih yang mampu mendorong penurunan emisi CO2.

“Sebagai BUMN energi, Pertamina sangat bangga dapat memberikan kontribusi terbaiknya untuk negara melalui penyediaan infrastruktur energi dengan terus mengembangkan renewable energy di seluruh Tanah Air,” jelas Dwi.

Melalui PGE, Pertamina menargetkan penambahan kapasitas pembangkitan panas bumi sebesar 1.037 MW pada 2021. Selain ketiga proyek yang diresmikan hari ini, Pertamina juga sedang menggarap proyek-proyek PLTP lainnya, antara lain Karaha Unit 1 dengan kapasitas 1×55 MW yang saat ini sudah mencapai 91 persen, atau akan selesai pada Mei 2017. Lumut Balai Unit 1 & 2 berkapasitas 2×55 MW dengan progress proyek mencapai 71 persen. Hululais 1 berkapasitas 1×55 MW dan Kerinci Unit 1 kapasitas 1×55 MW, di mana masing-masing proyek telah berjalan 67 dan 43 persen.

“Proyek-proyek yang diresmikan hari ini total nilainya US$ 532,07 juta atau setara dengan Rp 6,18 triliun dari total Rp 26 triliun yang dianggarkan Pertamina untuk proyek yang sedang berjalan sampai dengan tahun 2020,” tutup Dwi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *