,

Supreme Energy Mulai Bor Sumur Untuk PLTP Muaralaboh

Posted by

Padang, Petrominer — PT Supreme Energy Muara Laboh mulai melakukan pemboran sumur eksploitasi di wilayah kerja panasbumi (WKP) Liki Pinangawan MuaraLaboh, Solok Selatan, Sumatera Barat. Sumur ini untuk memasok uap panas Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) MuaraLaboh Unit 1 yang akan beroperasi komersial tahun 2019.

Peresmian pemboran sumur ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Direktur Panasbumi, Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM,Yunus Saefulhak, Rabu (24/5). Turut melakukan penekanan tombol sirene Sesditjen Ketenagalistrikan Agus Tribusono, Kepala Dinas ESDM Propinsi Sumatera Barat, Wakil Bupati Solok Selatan dan CEO PT Supreme Energy Supramu Santosa

Dalam mengembangkan potensi panasbumi di Muaralaboh, anak usaha PT Supreme Energy ini telah melakukan pemboran enam sumur eksplorasi. Peresmian pemboran hari itu merupakan sumur ke-7 dari rencana 19 sumur yang akan dibor. Pemboran akan dilakukan secara simultan dengan dua rig.

“Nantinya sumur-sumur ini akan menyuplai uap ke PLTP MuaraLaboh Unit 1 dengan kapasitas 80 MW yang akan beroperasi secara komersial tahun 2019. Ketika beroperasi, PLTP MuaraLaboh mampu melistriki 120.000 rumah tangga pada sub sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara,” ujar Supramu.

Secara bersamaan, Supreme Energy juga telah memulai konstruksi PLTP Muara Laboh yang akan berlangsung 30 bulan terhitung sejak awal Maret 2017 lalu. Konsorsium Sumitomo Corporation dan Rekayasa Industri telah ditunjuk sebagai kontraktor Engineering Procurement Construction (EPC). Peralatan utama pembangkit listrik itu di antaranya adalah turbin dan generator yang disuplai oleh Fuji Electric.

PLTP Muara Laboh Unit 1 ini direncanakan bisa melakukan commission date pada April 2019. Selanjutnya, commission operation date (COD) akan dimulai Agustus 2019.

Listrik dari PLTP Muara Laboh akan ditransmisikan ke Gardu Induk (GI) Muara Laboh dan GI Sungai Rumbai di Kabupaten Dhamasraya, Sumatera Barat. Kedua GI itu akan dibangun oleh PLN sejalan demgan pembangunan PLTP dan juga Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV).

Untuk pengembangan PLTP unit 1 ini, jelas Supramu, investasi yang disiapkan Supreme Energy sebesar US$ 580 juta atau setara dengan Rp 7,7 trilyun.

Proyek PLTP MuaraLaboh akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Solok Selatan pada khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya melalui penciptaan lapangan kerja selama proyek ini berlangsung maupun melalui program pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh Supreme Energy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *