,

Serah Terima Infrastruktur EBTKE di Kalimantan Utara

Posted by

Tarakan, Petrominer — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyerahkan sejumlah infrastruktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) di kawasan Kalimantan Utara. Pengadaan infrastruktur tersebut bertujuan memberikan akses listrik dari sumber energi terbarukan kepada masyarakat di desa yang belum mendapat jaringan listrik.

“Ini juga sejalan dengan komitmen Kementerian ESDM untuk mewujudkan energi yang berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Direktur Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM, Rida Mulyana, usai meresmikan beberapa proyek infrastrktur EBTKE tersebut, Sabtu (6/5).

Rida menjelaskan, pembangunan infrastruktur EBTKE ini merupakan program Ditjen EBTKE yang sumber dana nya berasal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2016. Proyek itu terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya dan Retrofit.

Selain itu, Rida juga melakukan serah terima sejumlah infrastruktur, yakni PJU-TS Kota Tarakan TA 2016 jumlah 45 unit dengan Nilai Aset Rp. 1.056.139.150, dan. PJU-TS Kabupaten Tana Tidung TA 2016 jumlah 40 unit dengan nilai aset Rp.957.691.570

Sementara proyek yang diresmikan terdiri dari:
1. PJU-TS 40 W Jumlah 155 dan Lampu LED Retrofit 90 W Jumlah 85 Kabupaten Bulungan TA 2016 dengan nilai total Rp. 4.894.440.122
2. PLTS dusun Siandau Kabupaten Bulungan TA 2016 jumlah 1 unit kapasitas 15 kwp dengan nilai aset Rp. 2.763.217.726
3. PLTS desa Liagu Kabupaten Bulungan TA 2016 jumlah 1 unit kapasitas 30 kwp dengan nilai aset Rp. 4.504.668.409
4. PLTMH desa Rajuk Semolon kabupaten Malinau TA 2016 jumlah 1 unit kapasitas 20 kw dengan nilai aset Rp. 4.512.294.302
5. PLTMH desa Long Jelet Kabupaten Malinau TA 2015 jumlah 1 unit kapasitas 39 kw dengan nilai Aset Rp. 3.645.663.500 f. PJU-TS di Kota Tarakan dan Kabupaten Tana Tidung.

Menurut Rida, pembangunan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di Kota Tarakan, Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Bulungan memiliki beberapa fungsi diantaranya adalah navigasi pengguna jalan, keamanan dan keselamatan pengguna, keindahan lingkungan dan memberikan keuntungan komersial.

PLTS di Kabupaten Bulungan bekerja dengan sistem offgrid sejak bulan November 2016 yang telah memenuhi kebutuhan listrik 197 rumah warga dan fasilitas umum seperti sekolah, gedung pertemuan warga dan rumah ibadah.

Untuk memastikan keamanan dan kualitas instalasi PLTS, kedua PLTS tersebut telah mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari instansi terkait. Sedangkan Pembangunan PLTS Terpusat yang dilakukan meliputi pemasangan modul surya fotovoltaik, instalasi rumah pembangkit yang terdiri dari perangkat inverter dan baterai, pemasangan jaringan tegangan rendah untuk menjangkau seluruh wilayah desa, serta instalasi rumah masyarakat.

Dua PLTMH di Kabupaten Malinau mengalirkan listrik ke 26 sambungan rumah Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 1,6 Km di Desa Long Jelet, Kecamatan Punjungan dan 59 sambungan rumah dan menggunakan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 3 Km di Desa Rajuk Semolon, kecamatan Mentarang.

Dengan dibangunnya PJU Tenaga Surya, PLTS dan PLTMH ini dapat menjadi pemicu agar pengembangan perekonomian dapat berjalan lebih cepat, dan juga agar infrastruktur – infrastruktur yang telah dibangun, dapat dikelola dan dipelihara oleh Pemda dan juga oleh masyarakat, sehingga menjadi aset penting daerah dan bisa dirasakan oleh masyarakat dalam jangka waktu yang lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *