,

Jika Masela Jadi OLNG, Apa Pipa Yang Cocok?

Posted by

Jakarta , Petrominer — Yoga Suprapto, Ketua Tim Fortuga (Forum Tujuh Tiga) ITB yang menggadang seama OLNG (Onshore Liquid Natural Gas) menyatakan, jika nanti untuk blok Masela keputusannya menggunakan skema OLNG, maka harus menggunakan pipa special design dan special order. Hal ini disebabkan salah satunya karena proyek Masela sudah masuk kategori deep water.

Faktor deep water ini menyebabkan ketebalan pipa tidak ditentukan oleh tekanan gas dalam pipa tapi oleh tekanan air diluar pipa. Artinya beban dari tekanan air laut lebih besar dari tekanan gas dalam pipa. Berbeda dengan pipa yang umum dimana selalu tekanan gas lebih besar dari tekanan luar. “Makanya nggak bisa pakai pipa standar,” kata Yoga kepada Petrominer, Senin (21/3).

Di Indonesia, tambahnya, belum ada produsen pipa flexible. Saat ini semua produsen memproduksi pipa rigid. Jika ada flexible hose tapi bukan pipa. Flexible hose walaupun dari baja namun penerapannya paling panjang 50 – 100 meter. Untuk tekanan nya juga hanya 20 bar sehingga tidak bisa dipakai transmisi yg 100 km.

“Di Indonesia seamless pipe standar diatas 12″ saja belum tersedia. Apalagi yg special design laut dalam. Namun belum ada bukan berarti tidak bisa. Ini disebabkan investasi mesinnya yang mahal karena disini jarang yang beli,” ujarnya.

Ditambahkannya, produsen pipa special design di dunia juga tidak banyak. Ada Sumitomo dari Jepang, lalu 1 perusahaan dari Jerman dan 1 lagi dari Amerika. “Ini juga nantinya jadi pertimbangan besar agar biaya pipanya tidak jadi mahal,” ujarnya.

Sementara itu berdasarkan data dari offshore-mag.com ada beberapa pipa jenis API X65 grade atau L450 yang sudah cukup mumpuni untuk proyek Masela. Pipa ini bahkan bisa dipakai pada proyek 2000an msw (meter sea water) yang jauh lebih dalam dari blok Masela. PT PGN disinyalir sudah pakai pipa jenis tersebut untuk transmission linenya.

Disebabkan ada tantangan laut dalam dan juga palung maka fabrikasinya harus presisi. Manufaktur juga harus kerja lebih keras jika ingin memenuhi standar pipa laut dalam ini sebab untuk proyek laut dalam external pressure bisa lebih besar dari internal pressure pipa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *