Jakarta, Petrominer – Schneider Electric menghadirkan showcase teknologi di lingkungan kampus Politeknik Negeri Batam. Di area seluas 12 meter persegi yang dijuluki sebagai ‘technopreneur area’ ini, para mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman interaktif langsung dengan teknologi otomasi dan digital terkini.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, menyebutkan kehadiran showcase teknologi ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Schneider Electric dengan Politeknik Negeri Batam dalam mendukung pendidikan vokasi guna mempercepat transformasi Industri 4.0 di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan industri masa depan dan memperkuat daya saing nasional.
“Showcase menampilkan demonstrasi interaktif produk dan sistem unggulan Schneider Electric, dan mahasiswa bisa berinteraksi langsung dengan solusi digital dan otomasi terkini. Sehingga, pengalaman belajar praktis mahasiswa, khususnya di bidang Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Informatika, dapat semakin ditingkatkan,” ungkap Martin dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Kamis (8/5).
Menurutnya, kehadiran showcase sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran ini akan memberikan akses berkelanjutan bagi mahasiswa Politeknik Negeri Batam terhadap inovasi teknologi industri. Dengan proyeksi jangkauan lebih dari 12.000 mahasiswa setiap tahunnya, inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya talenta digital yang dapat memperkuat daya saing industri nasional.
Lebih lanjut, Martin mengatakan bahwa kolaborasi antara pelaku industri dan lembaga pendidikan ini diharapkan bisa memperkuat sinergi pendidikan vokasi berbasis teknologi digital dan otomasi industri guna mendukung transformasi Industri 4.0 di Indonesia.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Schneider Electric dan Politeknik Negeri Batam pada acara Innovation Day Batam 2025. MoU tersebut ditandatangani oleh HR Lead Schneider Electric Batam & LAC (Korea, Taiwan, dan Jepang), Mustain Mahrus, dan Direktur Politeknik Negeri Batam, Bambang Hendrawan.
“Penguatan pembelajaran berbasis praktik menjadi kunci untuk menyiapkan talenta vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan. Kami mengapresiasi Schneider Electric atas komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta vokasi di Indonesia melalui kerja sama nyata seperti ini,” ujar Bambang.
Menurutnya, kolaborasi dengan Schneider Electric ini bukan hanya memperluas pengalaman belajar mahasiswa, tetapi juga memperkuat peran PoliBatam dalam membangun sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi dalam mempercepat transformasi teknologi dan inovasi di Indonesia.








Tinggalkan Balasan