Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menyampaikan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis dan kolaboratif dengan media, terutama dalam menghadapi era informasi yang semakin cepat. Salah satunya direalisasikan dalam kegiatan BASO IGA PHI (Bincang Asik Soal Migas Ala PHI).
Menurut Senior Manager Relations PHI, Handri Ramdhani, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum strategis untuk mempererat komunikasi antara insan pers dan Perusahaan. Tujuannya juga untuk mendorong dukungan publik terhadap keberlanjutan industri hulu migas nasional.
“Dalam pertukaran informasi yang semakin cepat, peran media sebagai jembatan antara masyarakat dan perusahaan menjadi semakin penting. Oleh karena itu, kegiatan seperti BASO IGA PHI ini menjadi salah satu kunci utama untuk membangun kepercayaan dan kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Handri dalam kegiatan BASO IGA PHI edisi Halalbihalal, Jum’at (25/4).
Sebagai wujud komitmen PHI dalam mendukung kebijakan pemerintah, dia pun mengajak seluruh awak media untuk terus memperkuat sinergi demi mendukung amanah amanat Asta Cita pemerintah dalam mencapai swasembada energi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Handri memaparkan capaian kinerja operasional perusahaan pada Triwulan (TW) I tahun 2025 yang berhasil mencatatkan produksi minyak 58,3 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 641,7 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Selama tiga bulan pertama 2025, PHI telah menyelesaikan pengeboran 43 sumur eksploitasi atau pengembangan, 139 program work over, serta melaksanakan 2.950 kegiatan well service. Seluruh aktivitas tersebut dijalankan dengan komitmen tinggi terhadap keselamatan kerja yang tecermin dari capaian 61,9 juta jam kerja selamat.
“Kami terus melakukan langkah-langkah strategis untuk mempertahankan tingkat produksi migas sekaligus memelihara tingkat keekonomian proyek migas melalui optimalisasi biaya dan startegi borderless,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, memperkenalkan “Apresiasi Pewarta Energi Kalimantan” yang disingkat APEKA. Program baru ini digagas PHI untuk mengapresiasi karya-karya jurnalistik berkualitas dalam mengangkat topik-topik di sektor hulu migas.
“Melalui program APEKA 2025 ini, kami ingin terus mendukung peningkatan kualitas pewarta energi dan juga pemberitaan media mengenai industri hulu migas nasional sehingga memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat pembaca,” jelas Dony.
Acara ditutup dengan sesi santap bersama baso iga, menu khas yang menjadi ikon kegiatan ini, sebagai lambang kebersamaan dan keakraban antara PHI dan media.








Tinggalkan Balasan