Jakarta, Petrominer – Sebagai perusahaan jasa penunjang yang tergabung dalam subholding upstream Pertamina, PT Elnusa Tbk. terus berkolaborasi dengan sesama perusahaan di lingkungan Pertamina Group. Sinergi terbaru adalah kontribusi Elnusa dalam mendukung temuan cadangan migas baru di sumur eksplorasi Helios D-1 (HLX D-1) yang dikelola PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI).
Direktur Operasi Elnusa, Charles Harianto Lumbantobing mengatakan temuan cadangan migas dan sumber daya migas tersebut merupakan hasil kerja keras serta kolaborasi apik dari semua pihak yang terlibat. Mulai dari PHSS, Pertamina EP, Elnusa, dan para kontraktor lainnya.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak terutama kepada para Perwira Elnusa yang telah berkontribusi positif dalam temuan cadangan dan sumber daya migas baru sehingga turut menyokong pencapaian target Pemerintah dalam menuju produksi minyak 1 juta barel per hari dan produksi gas 12 BSCFD pada tahun 2030,” ucap Charles, Kamis (25/5).
Menggunakan rig milik sendiri yaitu Elnusa Modular Rig 01 (EMR-01), Elnusa mengerjakan pengeboran sumur eksplorasi HLX D-1 dan berhasil menemukan kandungan hidrokarbon baru di Wilayah Kerja (WK) Sanga Sanga yang berada di Desa Jawa, Kecamatan Sanga Sanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Sejak ditajak pada 5 Oktober 2022 lalu, Elnusa terlibat dalam operasi pengeboran sumur eksplorasi HLX D-1 dan pengeboran sumur pengembangan LSE-1147 dengan menyediakan rig EMR-01 dengan tenaga 1.500 HP, peralatan pendukung dan sumber daya manusia, dengan scope of works berbagai macam pekerjaan yang terkait dengan fungsi rig.
“Ini merupakan tantangan baru buat Elnusa, di mana biasanya kami mengerjakan pengeboran sumur pengembangan saja, namun kali ini kami juga mampu untuk melakukan pengeboran sumur eksplorasi,” jelas Charles.
Menurutnya, Elnusa mampu mengantisipasi tantangan sepanjang operasi berlangsung dengan baik. Tidak hanya itu, Elnusa juga menekankan pentingnya menjaga aspek safety dalam setiap pekerjaan yang dijalankan di lapangan.
“Program-program HSSE yang dijalankan semua berjalan dengan baik, mulai dari safety campaign, management walkthrough (MWT), pelatihan, dan berbagai program lainnya, sehingga bisa berkontribusi menjaga safe man hours dari rig EMR-01 lebih dari 1,2 juta jam secara kumulatif sejak pertama kali beroperasi di area Sanga Sanga pada tahun 2018 hingga pekerjaan di sumur Helios D-1 selesai,” ungkapnya.
Dari sisi inovasi dan teknologi yang digunakan, para Perwira Elnusa berinisiatif melakukan upaya upgrading, management of change, re-engineering, hingga modifikasi dari peralatan yang dipakai untuk mendapatkan kinerja optimal dalam pekerjaan pengeboran yang dilakukan.
Lebih lanjut, Charles mengatakan kesuksesan penemuan sumber daya dan penambahan cadangan migas baru lewat program Borderless Operation tersebut menjadi bukti keunggulan teknis serta komunikasi yang baik dari Elnusa dalam bekerja sama dengan PHSS dan Pertamina EP yang tergabung di bawah Subholding Upstream Pertamina.
Direktur Utama PHI, John Anis, menilai peran Elnusa yang signifikan dalam keberhasilan penemuan sumber daya migas baru dari sumur Helios D-1. Hasilnya pun sesuai dengan harapan.
“Strategi Borderless Operation yang diterapkan oleh PHI dalam sinergi PHSS dan Pertamina EP di Wilayah Kerja yang saling beririsan dapat dijawab Elnusa dengan kegiatan pengeboran yang sesuai target, berjalan lancar dan selamat, serta mendapatkan hasil yang diharapkan,” ujar John Anis.
Berdasarkan data yang tengah diolah, menurutnya, temuan sumber daya migas baru dari sumur Helios D-1 memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Karena itu ke depannya sangat terbuka pengembangan potensi play area baru guna menambah cadangan migas dan mendukung keberlangsungan produksi dari PHSS.








Tinggalkan Balasan