, ,

Ini Kinerja Pertamina Hulu Indonesia di Tahun 2022

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatatkan realisasi produksi minyak 43,2 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas 601,7 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) sepanjang tahun 2022. Pencapaian ini merupakan kinerja konsolidasi tiga Anak Perusahaan PHI, yaitu Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) dan Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

PHI merupakan bagian Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan. Tahun 2021 lalu, melalui anak perusahaan dan afiliasinya, PHI memproduksi minyak sebanyak 57,8 MBOPD dan produksi gas 668,3 MMSCFD.

Kinerja positif tersebut dipaparkan dalam dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PHI, Senin (8/5). Dihadiri oleh Komisaris Utama PHI, Adriansyah, beserta jajaran Dewan Komisaris PHI dan Direktur Utama PHI, Chalid Said Salim.

Dalam paparannya, Chalid menyampaikan strategi dan program kerja yang telah terealisasi selama tahun 2022. Dia juga memaparkan tantangan operasional dan bisnis yang menuntut adaptasi, inovasi, dan mengambil keputusan yang cepat dan tepat.

“Kami senantiasa mendorong dan menerapkan inovasi serta aplikasi teknologi yang dapat meningkatkan keselamatan, kehandalan, dan keunggulan operasi migas Perusahaan,” ungkap Chalid.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa PHI terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan-lapangan migas untuk menambah cadangan yang penting bagi keberlanjutan operasi Perusahaan dan ketahanan energi nasional. Tahun 2022, PHI melakukan pengeboran 119 sumur pengembangan atau eksploitasi, 2 sumur eksplorasi, 309 kegiatan workover, dan 6.628 kegiatan well service.

Sampai akhir tahun 2022, PHI mencapai nihil jumlah kecelakaan kerja (NOA/Number of Accident) dengan total lebih dari 96,6 juta jam kerja selamat.

“Kami senantiasa menjalankan operasi migas yang selamat, handal, ramah lingkungan, dan patuh terhadap seluruh peraturan yang berlaku sejalan dengan penerapan prinsip dan kinerja ESG (Environment, Social, and Governance) Perusahaan,” jelas Chalid.

Dalam aspek pemberdayaan masyarakat, terutama di wilayah operasi Perusahaan, PHI telah menjalankan 63 program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Program CSR ini terdiri dari 11 program pendidikan, 11 program ekonomi, 10 program kesehatan, 6 program infrastruktur, 17 program lingkungan, serta 25 program studi & bencana yang seluruhnya dimaksudkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

”Secara keseluruhan realisasi KPI PHI tahun 2022 telah melampaui target dengan skor final mencapai 105,52 persen. Sementara dalam Tingkat Kinerja Keuangan Perusahaan tahun 2022, PHI kembali mendapatkan kategori Sehat AA,” ungkapnya.

PHI telah menerapkan berbagai inisiatif sehingga mampu meningkatkan kinerja operasi dan bisnis Perusahaan dan menghemat jutaan dolar. Salah satu yang dilakukan adalah pemanfaatan material ex-terminasi atau disingkat Maxter. Ini merupakan bagian dari program optimasi biaya di Subholding Upstream Pertamina atau yang lebih dikenal dengan nama OPTIMUS (Optimization Upstream). Program ini bertujuan untuk mengurangi persediaan material sisa terminasi yang dapat dimanfaatkan kembali dalam berbagai proyek dan kegiatan kegiatan operasi.

“Hingga Desember 2022, kami berhasil merealisasikan penggunaan material ex terminasi melalui program Maxter ini senilai US$ 32,35 juta, setara dengan 137,96 persen dari target RKAP,” ujar Chalid.

PHI juga mencatatkan kinerja positif dalam sinergi perseroan. Sinergi kontrak dengan anak Perusahaan dan afiliasi Pertamina lainnya menghasilkan value creation sebesar US$ 266 juta, serta LPG Optimisation Project (LPO) dengan kilang PT Badak mendapat value creation sebesar US$ 35,7 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *