Jakarta, Petrominer — Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat penyaluran biodiesel non subsidi (public service obligation/PSO) hingga April 2016 sudah mencapai 108 ribu kilo liter (KL). Capaian ini masih jauh dari target penyaluran tahun ini yang dipatok sebesar 2,8 juta KL.
“Sampai April kemarin, biodiesel non PSO hanya 108 ribu KL. Meskipun jauh dari target tapi artinya penyaluran sudah berjalan,” kata Direktur Penyaluran Dana BPDPKS, Dadan Kusdiana, Rabu (11/5).
Meski realisasi penyerapannya masih rendah, Dadan menegaskan bahwa capaian tersebut melebihi ekspektasinya.
Dia menuturkan minimnya realisasi ini lantaran ada sejumlah permasalahan yang terjadi dalam penyaluran biodiesel. Pasalnya, kalangan industri masih ada yang mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) solar yang tidak dicampur biodiesel. Alhasil industri lebih memilih solar non biodiesel lantaran harganya lebih murah.
Pemerintah sudah menerapkan syarat ketat bagi penyalur BBM solar yakni wajib mencampurkan biodiesel. Persyaratan itu antara lain bagi pengimpor solar harus menyertakan bukti pencampuran biodiesel tersebut.
“Saya yakin Kementerian ESDM telah melakukan pengawasan,” ujar Dadan.








Tinggalkan Balasan