Jakarta, Petrominer – PT Patra Drilling Contractor (Pertamina PDC) sukses membukukan pendapatan hingga Rp 2,7 triliun di tahun 2022 lalu. Kinerja ini melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang dipatok sebesar Rp 1,8 triliun.
Pencapaian ini melanjutkan kinerja cemerlang PDC yang dalam periode enam tahun terakhir selalu mengalami kenaikan yang signifikan. PDC merupakan anak usaha PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) yang menjadi bagian Subholding Upstream Pertamina.
“Realisasi pendapatan tahun 2022 selaras dengan upaya seluruh Perwira PDC dalam mengatasi tantangan dan melakukan perbaikan secara berkesinambungan atas dampak buruk tekanan pandemi Covid-19 yang sempat menghambat kinerja perusahaan beberapa tahun kemarin,” ungkap Direktur Utama PDC, Faried Iskandar Dozyn, Selasa (18/4).
Pendapatan ini merupakan kontribusi seluruh unit usaha PDC, dengan komposisi terbesar diperoleh dari unit usaha Manpower Services, Service Contract, Food and Lodging Services (FLS), Engineering, Procurement and Construction (EPC) dan Horizontal Directional Drilling (HDD), serta Heavy Transport Equipment (HTE).
“Kami berupaya bekerja dengan semangat cermat dan cerdas, salah satunya dengan memanfaatkan program sinergi yang digaungkan PT Pertamina (Persero), tanpa mengabaikan integritas dan profesionalisme layanan, meskipun sebagian besar customer PDC sesama anak-anak perusahaan dalam Grup Pertamina,” ujar Faried.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pendapatan yang melampaui target ini diperoleh atas upaya PDC dalam meningkatkan kapasitas, aset, kemampuan dan keunggulan operasional. PDC pun sadar akan vitalnya pelaksanaan proses bisnis yang efektif sehingga diperlukan pengembangan praktik terbaik dalam melaksanakan aktivitas dan kegiatan proyek.
Untuk tahun 2023 ini, Pemegang Saham secara khusus menyampaikan mandat agar PDC mampu meningkatkan kontribusinya terhadap upaya PT Pertamina (Persero) memenuhi target produksi migas yang ditetapkan sebesar 1,055 juta BOEPD.
“Insan PDC siap memberikan upaya terbaik untuk memenuhi target tersebut. Untuk itu, sedikitnya ada lima strategi yang akan diterapkan PDC, mulai dari sinergi dan kolaborasi dalam pelaksanaan pengadaan dan pemenuhan kebutuhan operasional dan finansial perusahaan,” tegas Faried.









Tinggalkan Balasan