Jakarta, Petrominer – Menyusul rencana Pemerintah memberi bantuan insentif untuk pembelian sepeda motor listrik, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) komitmen mendukung upaya percepatan pembangunan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Apalagi, penggunaan sepeda motor listrik (molis) secara massal dapat mendukung upaya pencapaian target net zero emission (NZE) tahun 2060.
CEO Pertamina NRE, Dannif Danusaputro, mengatakan kebijakan Pemerintah untuk memberikan insentif sebagai bantuan percepatan transisi energi diharapkan dapat menstimulus animo masyarakat untuk menggunakan molis. Selain itu, dukungan dari perbankan untuk memberikan fasilitas kredit yang menarik bagi konsumen juga dapat menjadi stimulus tambahan.
“Namun bukan itu saja, hal penting lainnya yang harus dilakukan adalah sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat secara terus menerus. Masyarakat perlu diedukasi tentang manfaat menggunakan molis bahwa dalam jangka panjang penggunaan molis lebih hemat terutama dari sisi biaya perawatan. Tidak hanya itu, molis tidak memerlukan penggantian oli mesin secara berkala,” ungkap Dannif, Rabu (8/3).
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa peran strategis Pertamina NRE dalam membangun ekosistem kendaraan bermotor listrik dijalankan melalui partisipasi dalam Indonesia Battery Corporation (IBC). Badan usaha ini menjalankan industri produksi baterai dan molis.
“Pertamina NRE memiliki fokus pada pengembangan bisnis hijau dan mengawal transisi energi Pertamina. Ekosistem KBLBB merupakan salah satu inisiatif kami yang termasuk dalam pilar bisnis masa depan. Kami telah bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk membangun ekosistem ini. Kami percaya dengan peran aktif berbagai pihak, dukungan penuh pemerintah dan masyarakat ekosistem ini segera dapat terbangun,” ungkap Dannif.
Inisiatif Pertamina NRE dalam pembangunan KBLBB serta inisiatif hijau lainnya merupakan bentuk komitmen penuh dalam mendukung dan menjadi mitra strategis Pemerintah dalam melakukan transisi energi untuk mewujudkan NZE tahun 2060. Pertamina NRE terus menerus berupaya mengimplementasikan aspek environment, social, and governance (ESG) dalam mengelola bisnisnya.
Pertamina NRE telah menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah korporasi untuk percepatan pembangunan ekosistem KBLBB. Antara lain dengan Grab, Gojek, Elektrum, dan Pertamina Patra Niaga terutama dalam penyiapan infrastruktur penukaran dan penyediaan baterai.
“Penyiapan infrastruktur adalah salah satu aspek yang dibutuhkan dalam pembangunan ekosistem kendaraan bermotor listrik. Aspek lain yang tidak kalah penting adalah ketersediaan molis yang cukup banyak untuk bisa diakses masyarakat di manapun dan harga yang terjangkau,” papar Dannif.








Tinggalkan Balasan