Jakarta, Petrominer – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyatakan akan turut mengawal dan memastikan jaminan suplai BBM untuk masyarakat akan terpenuhi pasca kebakaran di Integrated Terminal (Depo Pertamina Plumpang) Jakarta. FSPPB juga mendesak untuk segera dilakukan audit investigasi oleh pihak-pihak yang berkompeten terkait insiden tersebut.
Presiden FSPPB, Arie Gumilar, mewakili seluruh Ketua Umum Serikat Pekerja (SP), seluruh Pengurus dan seluruh Pekerja Pertamina menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dan keprihatinan terhadap para korban meninggal dunia maupun luka-luka akibat dari kebakaran tersebut.
“Seluruh Ketua Umum, Pengurus dan seluruh Pekerja Pertamina yang berada dalam keluarga besar FSPPB menyampaikan keprihatinan dan rasa duka cita mendalam atas korban yang meninggal dunia maupun korban luka-luka yang saat ini dirawat di Rumah sakit atas musibah kebakaran yang terjadi di IT Plumpang. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa menganugerahkan ketabahan dan kesabaran bagi seluruh keluarga korban serta memberikan kesembuhan segera bagi para korban yang mengalami luka. Semoga musibah kebakaran ini dapat kita ambil hikmahnya,” ujar Arie, Sabtu (4/3).
Dia juga menyampaikan FSPPB telah melakukan koordinasi dengan Serikat Pekerja-Serikat Pekerja anggota FSPPB terdekat untuk bahu-membahu dan bersinergi menangani kebakaran maupun menggalang bantuan bagi para korban. Seluruh elemen yang ada di FSPPB diminta untuk turut mengawal dan memastikan jaminan suplai BBM bagi masyarakat terpenuhi.
“Seluruh elemen FSPPB akan turut mengawal pendistribusian dan memastikan jaminan suplai untuk masyarakat tetap terpenuhi. Kami berharap masyarakat tidak khawatir dengan persediaan BBM yang ada di Pertamina,” tegas Arie.
Tidak hanya itu, FSPPB juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari para Petugas Pemadam Kebakaran, Pemerintah Daerah DKI Jakarta, TNI dan POLRI, para Pekerja Depo Pertamina, dan para pihak masyarakat yang terlibat, baik langsung maupun tidak langsung dalam proses penanganan kebakaran di Depo Pertamina Plumpang.
Dalam kesempatan itu, FSPPB meminta agar berbagai pihak tidak berkomentar spekulasi maupun asumsi tak berdasar terhadap penyebab kebakaran di Integrated Terminal (Depo Pertamina Plumpang) sebelum investigasi selesai dilakukan. FSPPB pun mendorong untuk segera dilakukan audit investigasi oleh pihak-pihak yang berkompeten.
“FSPPB menghimbau berbagai pihak tidak melontarkan komentar-komentar spekulasi terhadap peristiwa kebakaran di Depo Pertamina Plumpang. Kami mendorong untuk segera dilakukan audit investigasi sehingga dapat diketahui penyebab dari kebakaran tersebut. Mohon do’a seluruh pekerja dan rakyat indonesia agar semuanya segera teratasi dan musibah ini tidak terulang lagi,” tegas Arie.









Tinggalkan Balasan