, , ,

Gempa Cianjur Tidak Terkait Kegiatan Proyek PLTP Cipanas

Posted by

Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bencana gempa bumi Cianjur tidak berhubungan dengan aktivitas kegiatan pengembangan panas bumi di Cipanas yang saat ini baru saja dimulai. Apalagi, kawasan Cipanas tidak berasosiasi dengan penyebab gempa Cianjur yang bersumber dari pergerakan patahan tektonik, yang diperkirakan berhubungan dengan sesar Cimandiri.

Direktur Panas Bumi, Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM, Harris, menjelaskan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Cipanas baru pada tahap kegiatan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) di Kecamatan Cipanas dan Kecamatan Pacet, Cianjur, Jawa Barat. Dalam tahapan ini, pelaksana tugas baru sebatas melakukan kegiatan perizinan dan survei geosains permukaan.

“Saat ini, persiapan dan kegiatan PSPE Cipanas terus dilakukan, sedang berjalan proses perizinan pemanfaatan ruang dan penyusunan dokumen lingkungan dan pelaksanaan sosialisasi kegiatan kepada masyarakat di sekitar Desa Cipandawa dan Sindangjaya. Adapun kegiatan survei geosains permukaan yang diagendakan pada Desember 2022 tertunda akibat bencana gempa yang terjadi di wilayah Cianjur,” ujar Harris, Rabu (15/2).

Terkait bencana gempa yang terjadi di wilayah Cianjur, sesuai Laporan Tanggap Darurat Bencana Gerakan Tanah yang diterbitkan oleh Badan Geologi pada 29 November 2022, dapat disimpulkan bahwa gempa bumi Cianjur dengan magnitude 5,6 SR yang terjadi pada 21 November 2022 pukul 13:21:10 WIB memiliki episenter gempa yang berada pada koordinat 6,84 LS – 107,05 BT dan kedalaman 11 km.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa Cianjur merupakan gempa yang diduga diakibatkan oleh pergerakan sesar/patahan Cimandiri. Wilayah di Jawa Barat, termasuk Cianjur, berada dalam kawasan tektonik aktif dan kompleks yang menyebabkan kerawanan terjadinya gempa. Lebih lanjut, BMKG menjelaskan bahwa tak hanya rawan gempa, wilayah Sukabumi, Cianjur, Lembang, Purwakarta dan Bandung secara tektonik merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks sehingga wilayah tersebut sering terdampak oleh adanya gempa dangkal. Sehingga tidak tepat jika gempa Cianjur dikaitkan dengan aktivitas kegiatan panas bumi di wilayah Cipanas.

Dari hasil studi geosains, prospek panas bumi Cipanas berasosiasi dengan zona vulkanik yang berada di Kawasan Gunung Gede Pangrango. Dengan begitu, kawasan Cipanas tidak berasosiasi dengan penyebab gempa Cianjur yang bersumber dari pergerakan patahan tektonik, yang diperkirakan berhubungan dengan sesar Cimandiri.

“Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gempa Cianjur tidak berhubungan dengan aktivitas kegiatan PSPE Cipanas yang saat ini baru memulai kegiatan perizinan dan survei geosains permukaan,” jelas Harris.

Dia menambahkan bahwa pada lapangan yang telah beroperasi komersial seperti Kamojang, Darajat, Wayang Windu dan Salak, juga tidak dijumpai adanya korelasi antara aktivitas pemanfaatan panas bumi dengan terjadinya peristiwa gempa tektonik. Hingga saat ini kegiatan operasional panas bumi pada lapangan tersebut terus berlangsung baik dan aman.

“Karena itulah, Kementerian ESDM mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan agar kegiatan survei pendahuluan dan eksplorasi di Wilayah PSPE Cipanas dapat terealisasi. Hingga nantinya, PLTP Cipanas dapat menjadi PLTP pertama yang dibangun dan beroperasi di Kabupaten Cianjur,” ujar Harris.

Sumber daya panas bumi yang tersedia di wilayah PSPE Cipanas diperkirakan sebesar 85 MW, dengan rencana pengembangan proyek PLTP Cipanas sebesar 55 MW. PLTP Cipanas ditargetkan dapat beroperasi komersial tahun 2030. Dengan asumsi satu rumah terpasang listrik 900 watt, maka PLTP Cipanas 55 MW diperkirakan dapat menjadi sumber listrik bagi kurang lebih 61 ribu kepala keluarga.

PSPE Cipanas dilaksanakan oleh PT Daya Mas Geopatra Pangrango sesuai dengan Keputusan Menteri Investasi/ Kepala BKPM a.n. Menteri ESDM tanggal 15 Juni 2022 dan berlaku selama 3 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *