, ,

PetroChina Libatkan Eksternal Selidiki Insiden di Sumur WB-D7

Posted by

Jakarta, Petrominer – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina International Jabung Ltd. terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) dalam melakukan investigasi terkait insiden di area sumur WB-D7, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Hingga hari Rabu (11/1), PetroChina telah menerima kehadiran beberapa pihak eksternal yang melakukan pemeriksaan di lokasi. Mulai dari tim Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, pusat laboratorium forensik (puslabfor) Kepolisian Republik Indonesia hingga Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Provinsi Jambi.

“PetroChina siap bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dalam melakukan investigasi secara transparan terhadap insiden di area sumur WB-D7,” ungkap Vice President Human Resources & Relations PetroChina, Dencio Renato Boele, dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Jum’at (13/1).

Sejalan dengan itu, menurut Dencio, PetroChina juga terus berkoordinasi dengan drilling service companies terkait penanganan di lokasi. Sementara proses investigasi di lapangan terus berlangsung, sampai saat ini kegiatan produksi minyak dan gas bumi (migas) di blok Jabung masih berjalan normal.

“Tidak ada dampak lingkungan yang dilaporkan dari kejadian ini,” tegasnya.

Insiden tersebut terjadi di area sumur WB-D7 yang dioperasikan Perusahaan Jasa Pengeboran (Drilling Service Companies). Insiden ini melibatkan tiga pekerja, meliputi dua dari perusahaan Bohai Drilling Contractor dan satu dari Great Wall Drilling Contractor. Kedua service companies tersebut merupakan kontraktor penyedia Rig Bohai-85 yang tengah melakukan workover program di sumur WB-D7, blok Jabung.

Setelah pemeriksaan medis secara menyeluruh, satu orang pekerja diizinkan menjalani rawat jalan. Sementara dua pekerja lainnya masih mendapatkan perawatan secara intensif di rumah sakit di Jambi, dengan kondisi satu karena luka bakar dan satu karena patah tulang. Cedera patah tulang terjadi saat pekerja tersebut berupaya lari menjauh dari api.

“Saat ini, kedua pekerja telah mendapatkan penanganan medis yang sesuai dengan kondisi masing-masing dan keduanya berada dalam kondisi stabil,” ujar Dencio.

Terkait hasil investigasi yang masih terus berjalan oleh tim PetroChina bersama pihak eksternal meliputi Ditjen Migas Kementerian ESDM, Puslabfor Polri dan Dinas Tenaga Kerja, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Anggono Mahendrawan, kembali menegaskan perlunya dipastikan penyebab insiden tersebut.

“Kami meminta agar PetroChina mengkaji hasil investigasi bersama pihak yang berwenang dan dapat menjadi bahan evaluasi bersama serta menjadi perhatian khusus untuk kedepannya,” ujar Anggono.

Sebelumnya, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Mirza Mahendra, mengatakan Kementerian ESDM telah menerjunkan Inspektur Migas ke lokasi kebakaran Rig Bohai-85 sejak Selasa (10/1). Tim masih terus melakukan investigasi untuk mencari fakta dan penyebab kejadian tersebut.

“Hasil investigasi awal kejadian kebakaran diawali saat asisten elektrik menyalakan power shale shaker, kemudian terjadi percikan api yang mengenai lapisan minyak di atas tangki lumpur sehingga terjadi kebakaran. Kemudian telah diambil tindakan pemadaman api menggunakan fire pump dan sumur di shut-in sementara. Kebakaran berhasil dipadamkan oleh tim firefighting dalam waktu 15 menit,” jelas Mirza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *