,

MEDIFAR, Permudah Pertamedika IHC Layani Warga Terdampak Gempa

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Bina Medika – Indonesia Healthcare Corporation (Pertamedika IHC) terus berupaya memberi kemudahan layanan kesehatan kepada masyarakat terdampak gempa Cianjur. Salah satunya membuat aplikasi pendataan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Corporate Secretary Pertamedika IHC, Nerisa Pitrasari, menjelaskan, aplikasi tersebut diberi nama MEDIFAR, singkatan dari Pertamedika IHC Disaster Fast Response. Melalui aplikasi ini, didata layanan kesehatan yang dilakukan Pertamedika IHC Group selama menjadi relawan kesehatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

“Dalam aplikasi MEDIFAR, pemilik akses dapat melihat data tim kesehatan, stok obat, hingga data penyebaran lokasi, data pasien, dan rekam medisnya yang disesuaikan dengan kondisi disaster,” ujar Nerisa, Jum’at (2/12).

Dia menjelaskan, aplikasi MEDIFAR dibuat dan dikembangkan secara mandiri oleh Pertamedika IHC. Kebutuhan akan aplikasi kesehatan langsung dirasakan oleh tim Pertamedika IHC yang paska terjadinya gempa Cianjur langsung terjun aktif membuka layanan kesehatan di beberapa desa di Cianjur.

Dalam perkembangannya, aplikasi ini juga diperluas penggunaannya untuk beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masuk dalam kluster Kesehatan BUMN diantaranya BNI, KAI, BRI Medika, dan Biofarma, sebagai pusat data layanan kesehatan terintegrasi.

“Aplikasi MEDIFAR ini dimanfaatkan oleh tenaga medis dalam mengidentifikasi keluhan kesehatan masyarakat, sehingga menjadi sumber data kami untuk mengidenfikasi kebutuhan obat serta tim medis yang sesuai,” jelasnya.

Tidak hanya tenaga medis di lapangan yang dapat merasakan manfaat aplikasi ini. Namun, tim medis yang akan diberangkatkan ke Cianjur juga dapat melihat berdasarkan data, kebutuhan kesehatan yang akan mereka hadapi serta obat apa yang mulai berkurang stoknya, sehingga perlu dibawa tambahan stok.

“Meski dalam kondisi layanan darurat, data pasien penting untuk menjadi rujukan tim medis dalam menganalisa kasus kesehatan terutama di lokasi terdampak gempa,” ungkap Nerisa.

Hingga Kamis (1/12), Kluster Kesehatan BUMN telah melayani lebih dari 620 pasien. Lima keluhan terbanyak adalah nyeri kepala (cephagial), infeksi saluran napas atas (ISPA), nyeri otot (Myalgia), penyakit kulit, dan nyeri lambung dikarenakan pola makan yang tidak teratur serta asupan gizi yang kurang baik.

Selain layanan kesehatan dan pemberian obat, Pertamedika IHC juga memberikan paket kesehatan antara lain paket perawatan bayi, paket pengobatan alergi, paket kebersihan mulut, hingga paket untuk menjaga kebersihan tangan (hand hygiene) diberikan kepada warga sebagai bentuk pencegahan timbulnya penyakit. Tim Medis IHC juga memberikan vitamin bagi anak dan dewasa agar dapat menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan metabolisme selama bertahan di pengungsian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *